Budaya dan Etnik dalam Media Pembelajaran

  • EDUKASI
Mahasiswa Unair-Budaya & Etnik dalam Pembelajaran
Share this :

Acapkali kita mendengar kata budaya dan etnik, namun apa sebenarnya pengertian dari budaya dan etnik serta apa wujud dalam kaitannya dengan media pembelajaran Seni Budaya. Berkait dengan hal itu, lima mahasiswa Semester IV Fakultas Psikologi Unair.

Mereka, yakni Risma Amelia, Ni Luh Ayu W.S.K., Belinda Widi, Edelweiss Stefany, dan Stabita Hanifa, didampingi dosen pembimbing Iwan Hidayat, berkunjung untuk Observasi di SMP Negeri 23 Surabaya.

Risma Amelia, Koordinator Kelompok, menjelaskan budaya merupakan keseluruhan gagasan dan hasil karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan hasil budi dan karyanya.

Di dalamnya terdapat unsur pengetahuan, kesenian, kepercayaan, moral, hukum, adat istiadat, dan juga kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat tertentu.

Sedangkan etnik yaitu seperangkat keadaan atau kondisi spesifik yang dimiliki oleh kelompok masyarakat yang mempunyai budaya dan sosial yang unik serta menurunkannya kepada generasi mereka yang berikutnya.

“Keanekaragaman budaya yang dimiliki peserta didik tidak jarang menimbulkan perselisihan atau cara pandang berbeda baik mengenai logat bicara, karakter sehingga memungkinkan terjadinya interrelasi budaya peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga terwujudnya harmonisasi sosial,” katanya.

Sementara Ni Luh Ayu menambahkan bahwa tujuan observasi dalam rangka memotret dari dekat bagaimana sekolah memfasilitasi keragaman budaya dan etnis sehingga dibutuhkan model pembelajaran multikultural.

Pembelajaran berbasis multikultural berusaha memberdayakan siswa untuk mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, memberi kesempatan untuk bekerja bersama dengan orang atau kelompok orang yang berbeda etnis atau rasnya secara langsung.

Pendidikan multikultural, lanjutnya, juga membantu siswa untuk mengakui ketepatan dari pandangan budaya yang beragam, membantu siswa dalam mengembangkan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka.

Juga, menyadarkan siswa bahwa konflik nilai sering menjadi penyebab konflik antar kelompok masyarakat.

“Bangsa Indonesia yang majemuk, sarat dengan keberagaman, baik dalam ranah etnik, budaya, agama, maupun suku. Keberagaman ini harus dikelola dengan edukatif, sistematis, dan kreatif, agar menjadi aset bangsa yang tak ternilai,” pungkas Alumni SMP Negeri 23 Surabaya.

Kegiatan observasi dalam rangka pemenuhan tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan pada Semester IV. Selama observasi kelima mahasiswa berkeliling mengunjungi Ruang Galeri, Ruang Karawitan, fasilitas olah raga, sarana prasarana, dan ruang kelas.

Turut mendampingi mereka, Lia Khoirun Nisa’ dan Debby Surya Ananda, guru Seni Budaya SMP Negeri 23 Surabaya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *