“De Tjolomadoe” Pabrik Gula Colomadu Destinasi Wisata Tempo Dulu

De Tjolomadoe
Share this :

Saat Anda menginjakkan kaki memasuki area bangunan De Tjolomadoe, melihat langsung bagaimana sisa-sisa kemegahan dan kondisi pabrik gula. Raksasa mesin-mesin buatan Jerman masih bertahan hingga saat ini.

Bentuk bangunan dengan gaya arsitektur tuanya yang ditawarkan De Tjolomadu. Sebelum dijadikan destinasi wisata bangunan bekas pabrik gula diterlantarkan, tidak terawat dan terkesan aura horor.

Tampaknya ada pergeseran tujuan, semula wisaatawan happening dengan perbukitan, gunung, danau, pantai atau laut, kini mulai berubah. Dengan dialihfungsikan beberapa bangunan peninggalan menjadi objek, pengunjung tak direpotkan dengan jarak bahkan biaya.

Sejarah Bercerita

Pabrik Gula Colomadu dibangun tahun 1861 oleh Mangkunegaran IV dengan persetujuan Residen Belanda di Surakarta.

Dibangun oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama R. Kampf, sekaligus menjadi administratur. Lokasinya di Desa Krambilan Distrik Malang Jiwan, sebelah utara Kartasura.

De Tjolomadoe
Cerobong asap. Tampak megah terpapar sinar lampu.

Bangunan yang terkenal megah itu tahun 1928 direnovasi. Area lahan tebu diperluas agar bisa lebih banyak memproduksi gula.Arsitekturnya pun diubah agar bentuknya menarik dan terlihat sangat mewah.

Sekitar 22 tahun lalu pabrik sudah tidak digunakan karena biaya produksi terlalu tinggi dan peralatan semakin tua. Padahal tercatat, pabrik gula ini merupakan pabrik gula terbesar di Asia.

Keberadaannya menjadi kebanggaan pada zamannya. Berkat pabrik ini, Indonesia mampu mengekspor gula keluar negeri, sehingga menjadi kekuatan industri gula saat itu.

Raksasa mesin-mesin didatangkan dari Jerman. Saat itu mesin-mesin telah dikategorikan sangat modern. Lantaran kemegahan mesinnya pihak pengelola terus mempertahankan keberadaan mesin yang ada.

De Tjolomadoe
Stasiun Gilingan – Museum De Tjolomadoe.

Baru pada 1998 Pabrik Gula Colomadu tidak beroperasi. Produksinya dilimpahkan ke Pabrik Gula Tasikmadu, masih beroperasi hingga saat ini.

Pabrik ini berdiri tahun1871, berada di daerah Tasikmadu, Karanganyar.Dengan demikian, ada dua pabrik gula yang menopang perekonomian para raja Mangkunegaran.

Suguhkan Suasana Romantis

Bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dipertahankan arsitekturnya, dicat dengan warna klasik sehingga mendekati seperti aslinya. Tampak megah dari luar.

Sebelum memasuki pabrik, pengunjung disuguhi taman lengkap dengan tempat duduk. Saat malam, taman terasa hidup dengan temaran lampu-lampu kecil yang dipasang untuk spot foto yang mengesankan.

Dua buah bangunan yang sengaja dipertahankan sebagai salah satu bagian dari pabrik ini. Menikmati tamannya saja sudah menggoda, apalagi masuk ke dalamnya. Pasti lebih tergoda dengan mesin-mesin tua yang masih kokoh.

De Tjolomadoe
Salah satu pengunjung mengamati mesin yang dipajang dan mengabadikannya.

Suasana akan sangat berbeda ketika pengunjung masuk ke dalam area pabrik. Pertama, pengunjung akan memasuki Stasiun Gilingan. Ada sekitar tiga mesin penggiling terpampang. Meski usianya sudah tua, mesin ini masih tampak kuat dan kokoh.

Kedua, di Stasiun Ketelan. Stasiun ini juga digunakan sebagai area Food & Beverage, ada berbagai jenis makanan dan minuman yang bisa dibeli oleh pengunjung.

Menyantap beberapa makanan dan menyeruput minuman bersama keluarga atau bersama si dia di area ini menjadi sangat romantis.

Pengunjung pun bisa memanfatkan Besali Café untuk sajian kuliner, minuman atau coffee tersedia dengan harga terjangkau. Bersantai di tempat ini seperti kembali ke masa lalu saat pabrik masih beraktivitas.

Menghampiri beberapa sudut kompleks bangunan pabrik memang sangat berkesan. Seraya membayangkan pada tempo dulu ketika pabrik gula masih jaya. Berada di tempat ini serasa berada di lorong waktu masa silam.

De Tjolomadoe
Stasiun Penguapan – De Tjolomadoe.

Harga tiket Rp 25.000 per orang. Pengunjung bisa menyaksikan sejumlah koleksi arsip dan artefak Pabrik Gula Colomadu yang disertai keterangan tentang sejarah bangunan. Waktu operasional pukul 10.00 – 21.00.

Buka selama enam hari kerja dalam seminggu. Senin tutup. Fasilitas lain adaTjolomadoe Hall atau Concert Hall dan Sarkara Hall sebagai multi function hall.

Rute, Lokasi, dan Harga Tiket

De Tjolomadoe berada di daerah Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Berada di pinggir jalan utama menuju Bandara Adi Soemarmo.

Pengunjung dari arah kota bisa menuju perempatan Manahan. Bila berangkat dari arah Terminal Tirtonadi, pengunjung harus belok ke arah kanan, kemudian lurus sekitar 1 kilometer.

Bagi yang menggunakan jasa transportasi umum bisa numpang Batik Solo Trans dengan koridor Bandara Adi Soemarmo Solo. Turun di halte De Tjolomadoe dengan harga tiket RP4.500,00.

De Tjolomadoe
Salah satu sudut ruang di De Tjolomadoe. Buat sekedar bersantai atau spot foto unik.

Hanya saja, sedikit perlu bersabar karena bus ini cukup lama, belum lagi sewaktu-waktu terjebak kemacetan akibat volume kendaraan.

De Tjolomadoe adalah saksi sejarah sebuah kreasi anak bangsa yang sadar betapa sejarah adalah bagian dari negeri ini, tidak bisa terpisahkan. Tenteng kamera agar dapat mengabadikan gaya arsitekturnya.

Pengunjung yang baik tentu tahu menjaga kebersihan. Buang sampah pada tempat yang telah disediakan adalah sikap yang sangat positif.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *