Keriduan Bonek, Kerinduan Laga Sepak Bola Indonesia

  • EDUKASI
Bonek - Persebaya vs Persija
Share this :

SONG FOR PRIDE

Saat ini kita
Dipertemukan kembali
Kutinggalkan semua
Demi mengawalmu lagi

Semangat kami tak kan
Pernah lelah dan terhenti
Berjuanglah engkau
Demi kebanggaan kami

Kukorbankan semua untuk kau sang pahlawan….
Kan ku bela dengan penuh rasa bangga di dada….

Satukan semangatmu Bajol Ijoku
Doa dan dukunganku menyertaimu
Ku yakin kau pasti bisa taklukkan lawanmu
Ku selalu mendukungmu Persebaya

Satukan semangatmu Bajol Ijoku
Doa dan dukunganku menyertaimu
Ku yakin kau pasti bisa taklukkan lawanmu
Ku selalu mendukungmu Persebaya

Demikian lirik Song for Pride (cover) Rezroll Feat Kin yang selalu dinyanyikan para Bonek dan Bonita sambil melonjak-lonjak bak sebuah irama orchestra menggema saat Persebaya berlaga dalam Stadion Bung Tomo maupun saat laga tandang di stadion kota lain.

Fanatisme secara komperhensif telah ditunjukkan oleh para Bonek Mania. Dari berbagai segi apa pun semangat Bonek dan Bonita tidak pernah lelah untuk berhenti mengawal dan mendukung untuk menyertai setiap laga klub sepak bola kebanggaanya.

Rupanya lagu ‘kebangsaan’ sebagai dukungan kesebelasan tercinta kini menjadi kerinduan yang memuncak sebab sejak 16 Maret 2020, pasca Bali United menang 3-1 atas Madura United di Stadion Dipta Gianyar, 15 Maret 2020, aktivitas tim dan kompetisi tanah air dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19.

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) berencana memastikan lanjutan Liga 1 musim 2020 di tengah pandemi COVID-19 akan berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021. Kerinduan panjang Bonek Mania akan laga sepak bola sejak pertengahan Maret rupanya akan terbayarkan pada bulan Oktober mendatang meski mungkin tak bisa saksikan langsung di stadion.

Bonek Sebuah Akronim

Bonek, sebuah akronim dari kata ‘bondo’ dan kata ‘nekat’ adalah singkatan dari suporter bola yang cukup heroik di Surabaya. Biasa orang memanggil fans fanatik Persebaya tersebut dengan sebutan Bonek. Istilah bonek lahir dari peran media yang mengapresiasi kelompok suporter Surabaya yang memiliki sikap persaudaraan, berani, dan nekat.

Nama besar Bonek tentu tak terlepas dari berita negatif maupun berita positif. Namun saya tidak akan membahas aksi rusuh yang melibatkan bonek, karena bonek itu tidak bisa dilihat secara subjektif atau dipandang sebelah mata saja. Dan saya yakin suporter lain juga melakukan hal yang sama dengan bonek bahkan mungkin lebih parah. Kodrat alami, pasti semua ada sisi positif dan sisi negatif.

Bonek Mania - Pesta Kembang Api
Bonek Mania – Pesta Kembang Api (Foto dok. Bonek Bonita)

Banyak pula hal positif yang dilakukan Bonek Mania. Dalam sebuah pertandingan para Bonek mengadakan aksi hujan boneka yang akan disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker sehingga Unicef memuji aksi peduli Bonek. Selain itu, Bonek peduli bencana dan Bonek bangun panti asuhan, serta aksi simpati lainnya.

‘Roso Keduluran’, atau rasa persaudaraan adalah kata yang biasa mereka tanamkan terhadap suporter bonek lainya. Barangkali unik untuk orang awam yang hanya mengenal bonek dengan pandangan sebelah mata, secara subjektif. Bonek – Viking, Bonek – K-Chong Mania, dan kolaborasi bonek lainnya yang tersebar di kota lain adalah wujud persaudaraan antarsuporter seluruh Indonesia.

Bonita
Bonita (Foto dok. Bonek Bonita)

Satu misal, saat pertandingan Home Away ketika Persebaya bertanding melawan Persib Bandung, antusiasme bonek untuk menyambut ‘Viking’ sebutan suporter Persib, bagaikan saudara yang lama tak berjumpa. Bonek mania siap menyambut Viking dengan penuh semangat persaudaraan. Hal ini juga dilakukan pada setiap suporter lainnya yang melakukan hubungan persaudaraan dengan Bonek.

Asal Mula Nama Bonek

Dirilis dari panditfootball.com bahwa istilah Bonek muncul dari mulut ke mulut karena para pendukung Persebaya dari masyarakat sering nekat melakukan Tret Tet Tet dengan dana yang sangat minim, bahkan untuk membeli tiket transportasi umum pun tidak mampu. Namun kondisi itu tidak dipedulikan masyarakat yang berpartisipasi dalam Tret Tet Tet Persebaya.

Pikir mereka, toh masih ada berbagai macam truk atau mobil bak terbuka yang bisa ditumpangi. Bahkan menjadi penumpang gelap di gerbong dapur, gudang, atap kereta pun sanggup mereka lakoni. Di sisi lain, tidak semua Bonek tidak memiliki uang untuk membayar alat transportasi. Tetapi mereka ingin merasakan sensasi bagaimana Tret Tet Tet dengan risiko seperti itu.

Perkembangan berikutnya, istilah Bonek baru muncul pada tahun kompetisi 1988/1989. Saat itu para supporter Persebaya umumnya banyak berasal dari masyarakat kalangan bawah, mereka itu sering nekat, ‘nggandhol’ naik truk, mobil pick up terbuka, dan kereta api dengan uang seadanya berangkat ke Senayan, berangkat ke kota lain. Itulah awal munculnya istilah Bondho Nekat.

Bonek - Taman Mundu
Bonek - Taman Mundu
Bonek di Taman Mundu (Foto dok. Bonek Bonita)

Harapan Bonek Mania Kini

Sebagaimana dituturkan Sinyo, salah seorang Bonek Mania, ia menaruh harapan besar kepada tim kebanggan Persebaya menjadi tim terbaik Indonesia, meski andai tak menjadi juara pun tak jadi masalah, namun semangat sportivitas harus tetap dijunjung tinggi.

Untuk teman-teman sesama Bonek Mania, lanjutnya, saat ini masa akan adanya pilkada, maka jangan sampai ada yang merusak nama baik Bonek dengan ‘menjual diri’ ikut campur dalam area politik. Hal ini, sebagaimana mestinya tidak sesuai dengan visi misi sebagai suporter bola.

“Kita sebagai suporter olahraga, lebih tepatnya suporter sepak bola. bukan suporter politik,” tegasnya.

Lebih lanjut Sinyo melontarkan kekecewaannya dengan sebuah pertanyaan kepada manajemen Persebaya dan Pemerintah Kota Surabaya bahwa ada rasa kecewa bagi Bonek Mania karena selain tidak bisa menyaksikan secara langsung pertandingan akibat pandemi Covid-19, Homebase Persebaya juga mengapa mesti dipindahkan ke Sidoarjo?

“Sidoarjo bukan kota asal klub Persebaya. hanya demi berlangsungnya Piala Dunia 2021 mengorbankan kecintaan kami terhadap Persebaya yang tersingkir dari kota asalnya. Padahal dulur-dulur Bonek telah rela menjadi relawan turut membantu secara gotong royong dalam pembenahan Stadion GBT,” pungkas Sinyo.

Bonek mania - Aksi Hujan Boneka
Bonek mania – Aksi Hujan Boneka (Foto dok. Bonek Bonita)

*

Ketika orang mengingat kata ‘Bonek’ dulu, konotasinya secara umum akan selalu negatif, rasis, anarkis, dan sering rusuh. Bonek sadar akan hal itu dan mencoba memperbaiki diri. Sepak bola bukan hanya soal pemain atau klub namun juga tentang suporter.

Segala upaya dilakukan oleh Bonek untuk memperbaiki image di depan publik. Bonek memberikan boneka untuk penderita kanker di Jawa Timur, berdonasi untuk bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai tempat, membagi-bagikan bunga dan gorengan untuk pengendara plat N, hingga menjaga keamanan gereja pasca ledakan bom di Surabaya.

Bonek memberikan boneka untuk penderita kanker di Jawa Timur
Bonek memberikan boneka untuk penderita kanker di Jawa Timur (Foto dok. Bonek Bonita)

Namun, untuk saat ini situasi sedang tidak kondusif. Kiranya Bonek dapat melakukan kegiatan sosial seperti menggalang donasi untuk upaya penanggulangan Covid-19 dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah agar tetap berada di rumah. Dengan melakukan itu, nama baik Bonek sebagai pendukung Persebaya akan selalu melekat sebagai komunitas yang berbakti pada sosial.

Semangat rasa persaudaraan, rasa solidaritas, dan kepedulian inilah yang membuat bonek menjadi kuat dan tak akan pernah mati. Will Never Die. Gelora 10 November dan Gelora Bung Tomo, di samping merupakan tempat yang angker bagi lawan yang bertanding melawan Persebaya, menjadi saksi sebagai tempat kebanggan Bonek Mania dalam memberikan wadah untuk mendukung Persebaya.

Salam Satu Nyali…, Wani!

Bonek _ Peduli Solidaritas Anak Negeri
Bonek Peduli Solidaritas Anak Negeri (Foto dok. Bonek Bonita)

You may also like

1 thought on “Keriduan Bonek, Kerinduan Laga Sepak Bola Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *