“Sekali hidup berbuat banyak. Juga banyak membuat sejarah.”

“Sekali hidup berbuat banyak. Juga banyak membuat sejarah.” Dahlan Iskan
Share this :

Kalimat “Sekali hidup berbuat banyak.” Juga banyak membuat sejarah.” Demikian saya kutip kalimat inspiratif Dahlan Iskan di akhir bahasan tentang Tanri Abeng (alm.) di Disway, Senin (24/6)2024). Secara awam, orang-orang di negeri ini pasti tahu, siapa Dahlan Iskan.

Kalau boleh saya ‘ngonceki’ (Jw) atau mengupas kalimat inspiratif Dahlan Iskan tersebut bahwa secara keseluruhan, kalimat itu mengajak kita untuk hidup dengan tujuan dan mengambil tindakan yang positif. Mengisi hidup dengan perbuatan dan pencapaian yang positif, kita dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi siapa pun, tentu juga meninggalkan jejak sejarah yang berharga.

Semangat hidup adalah sebuah anugerah yang berharga. Kita hanya memiliki satu kesempatan untuk menjalani hidup ini, maka sudah sepatutnya kita memanfaatkannya sebaik-baiknya. Dalam perjalanan hidup ini, kita memiliki pilihan untuk menjadi pribadi yang berbuat banyak, terutama dalam melakukan perbuatan dan berkontribusi pada hal-hal yang positif agar kita tetap dikenang.

Kalimat “Sekali hidup berbuat banyak.” mengandung makna bahwa dalam hidup, kita harus berusaha untuk melakukan banyak hal, dan darinya akan memberikan dampak yang positif. Dengan memanfaatkan setiap kesempatan dan momen yang dimiliki, kita dapat mencapai banyak hal dalam mewujudkan potensi yang ada. Pemikiran ini mengajak kita untuk tidak menyia-nyiakan hidup, dan siap berkontribusi secara aktif dalam menciptakan perubahan yang baik.

Selanjutnya, kalimat “Juga banyak membuat sejarah.” menunjukkan pentingnya kita mengambil tindakan yang berarti dalam hidup. Dengan melakukan sesuatu yang signifikan, kita dapat menciptakan jejak sejarah kita sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berbuat banyak, dan meninggalkan banyak warisan yang menginspirasi, serta sejarah pun akan mencatatnya. Tak mesti tertulis, setidaknya mungkin dalam kenangan orang lain.

*

Dalam hidup, kita dihadapkan pada pilihan mencakup tindakan, sikap, dan keputusan yang kita ambil. Pilihan baik sesuai dengan nilai-nilai agama, moral dan etika, serta memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, pilihan buruk bertentangan dengan nilai-nilai tersebut, tak memberikan manfaat, dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Melalui kebaikan, seseorang dapat meninggalkan warisan yang abadi dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenalnya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *