“Foto adalah Kisah yang Tak Diceritakan dengan Kata-Kata.” – Ali Muchson
SURABAYA – Satu hal yang sering saya lakukan saat bepergian dan atau ketika olahraga, seperti bersepeda atau jalan kaki pagi, adalah memotret objek yang menarik perhatian. Saat melihat sesuatu yang menggugah rasa, saya tak ragu untuk berhenti sejenak, membuka kamera handphone, lalu mengambil gambar. Biasanya hanya beberapa jepretan, cukup untuk mengabadikan momen sebelum cahaya, suasana, atau emosi di dalamnya lenyap ditelan waktu.
Seperti ketika Sabtu pagi (26/7), saya bersepeda bersama Nur Wahyudi. Kami menyusuri Kampung Nambangan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Kawasan pesisir ini dikenal dengan Sentra Ikan dan Patung Suroboyo yang ikonik. Bukan monumen atau keramaian yang saya bidik, melainkan suasana pantai kampung nelayan, perahu-perahu yang teronggok di pinggir pantai, nelayan di perahu, dan semburat cahaya matahari yang memantul di permukaan air laut.
Sayangnya, karena kami tiba di lokasi pantai saat matahari sudah cukup tinggi, cahaya menjadi terlalu keras. Sorotan sinar memantul di air terlalu kuat, membuat hasil foto dalam mode biasa (mode photo) tampak overexposed dan kehilangan detail. Saat itulah saya mencoba mengubah setting kamera, yakni saya aktifkan fitur Filters pada kamera, dan memilih preset “B & W” alias black and white.



Cahaya Terlalu Keras, Monokrom Menjadi Jawaban
Hasilnya? Tak mengecewakan. Foto yang tadinya terasa biasa saja dalam mode warna, justru menjadi lebih kuat dan emosional dalam hitam putih. Tekstur perahu kayu menjadi lebih menonjol, bayangan dan cahaya berpadu menciptakan kontras dramatis, dan suasana pantai tampak lebih sunyi dan dalam. Seolah-olah, warna yang semula menjadi pengalih perhatian, kini justru digantikan oleh struktur, bentuk, dan ekspresi yang lebih jujur.


Kenali Mode Kamera dan Filters di Handphone
Kamera handphone masa kini telah dibekali beragam fitur canggih. Bukan hanya mode standar seperti Photo atau Portrait, tapi juga Night Mode, Time Lapse, Ultra Macro, Pro/Manual, Pano, hingga Slo-Mo. Setiap mode memiliki karakter dan keunggulan tersendiri. Namun salah satu fitur yang sering luput dimanfaatkan adalah Filters, salah satu pilihannya adalah filter B & W yang bisa menyulap suasana mainstream menjadi potret yang anti-mainstream.
Filter B & W di handphone bukan sekadar menghilangkan warna, melainkan mengatur keseimbangan cahaya dan kontras agar foto hitam putih memiliki kedalaman kesan. Beberapa handphone bahkan memungkinkan pengaturan intensitas filters atau memilih tipe monokrom berbeda (misalnya klasik, high contrast, atau grainy B & W), yang bisa disesuaikan dengan suasana yang ingin ditampilkan.


Tak Sekadar Estetika, Melainkan Bahasa Visual yang Jujur
Foto hitam putih bukan hanya soal nostalgia atas teknologi kuno di bidang fotografi. Ia adalah pendekatan visual yang menempatkan perhatian pada esensi. Tanpa warna, perhatian mata langsung tertuju pada komposisi, tekstur, garis, dan ekspresi. Dalam dunia yang sarat pencitraan dan manipulasi warna, hitam putih menjadi semacam “penyaring kejujuran”. Ia berbicara secara langsung dan tak banyak basa-basi.
Sebagaimana quote yang disampaikan fotografer legendaris dari Kanada, Ted Grant:
“When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in Black and white, you photograph their souls!” ― Ted Grant, seperti dikutip dari https://www.goodreads.com/quotes/278884-when-you-photograph-people-in-color-you-photograph-their-clothes.
Kutipan tersebut secara luas dikaitkan dengan fotografer dokumenter Kanada, Ted Grant (1930–2020). Namun, hingga kini belum ditemukan sumber primer resmi yang mencatat secara langsung ucapan ini dalam buku atau wawancaranya.
Dari kutipan tersebut, barangkali bisa disimpulkan bahwa acapkali warna justru menyibukkan mata kita pada detail yang tampak di permukaan seperti pakaian, latar, atau pencahayaan. Namun, dalam foto hitam putih, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Foto berwarna menunjukkan tampilan luar seseorang, sedangkan foto hitam putih menyingkap isi dan kedalaman maknanya.


Dikutip dari https://www.gallery.ca/magazine/in-the-spotlight/ted-grant-the-storyteller, Ted Grant (1929–2020), adalah salah satu jurnalis foto pascaperang terhebat di Kanada. Meski ia berkarya foto untuk dipajang di galeri, sebagian besar karyanya dibuat untuk dipublikasikan dalam artikel dan majalah. Grant menghasilkan beberapa fotonya yang paling memikat untuk seri photostories untuk National Film Board’s Still Photography Division (NFB).
Dari tahun 1941 hingga 1984, divisi tersebut terkait erat dengan pemerintah federal dan diberi mandat untuk mempromosikan Kanada melalui foto. Arsip divisi, yang dibagi kepada Perpustakaan dan Arsip Kanada dan Galeri Nasional Kanada, keduanya dipenuhi dengan foto-foto promosi yang optimis. Grant meski tak pernah menjadi anggota staf, namun ia salah satu pekerja lepas divisi yang paliing andal, dimulai pada tahun 1950-an.


Tips Masimalkan Kamera Handphone untuk Foto Hitam Putih
- Perhatikan Cahaya
Cahaya adalah kunci utama dalam foto hitam putih. Pilih waktu pagi atau sore (golden hour) untuk cahaya yang lembut, atau manfaatkan bayangan keras untuk efek dramatis. - Gunakan Mode Manual (Pro)
Jika memungkinkan, atur sendiri ISO, shutter speed, dan exposure agar hasil lebih presisi. Anda bisa membuat kontras dan detail lebih tajam sebelum mengaktifkan filter. - Eksplorasi Tekstur dan Pola
Cari objek yang memiliki permukaan bertekstur: dinding tua, jalan berkerikil, atau lipatan kain. Hitam putih sangat baik menangkap elemen-elemen ini. - Komposisi Lebih Penting dari Warna
Gunakan aturan sepertiga (rule of thirds), leading lines, atau simetri untuk memperkuat visual. Tanpa warna, komposisi menjadi penentu kekuatan gambar. - Edit dengan Bijak
Setelah mengambil foto, Anda bisa menggunakan aplikasi tambahan seperti Snapseed, Lightroom Mobile, atau Adobe Photoshop untuk mengatur kontras, grain, dan tone hitam putih agar lebih sesuai selera.


*
Dalam era megapiksel tinggi dan warna mencolok, foto hitam putih justru mengajak kita kembali ke hal-hal mendasar. Ia mengajarkan bahwa fotografi bukan hanya tentang menangkap gambar, melainkan menangkap makna. Ketika Anda bersepeda, berjalan, atau hanya sekadar duduk diam menatap sesuatu, mungkin ada satu-dua momen yang patut diabadikan, bukan karena warnanya, namun lantaran pesannya.
Yuukk…, jangan ragu bereksperimen dengan mode filter B & W di kamera handphone Anda. Siapa tahu, justru di tengah kesederhanaan itulah Anda mendapatkan foto tak hanya menarik, juga dengan kedalaman makna dan pesan yang tersirat di dalamnya. Alam dan seisinya sebagai tanda-tanda kebesaran-NYA, memotretnya sebagai tadabbur atau berkontemplasi dengan alam. (Ali Muchson)
Referensi
- Grant, Ted. (n.d.). Quotes Attributed to Ted Grant. Diakses dari: https://www.goodreads.com/quotes/848540
- TED GRANT: THE STORYTELLER. Diakses dari: https://www.gallery.ca/magazine/in-the-spotlight/ted-grant-the-storytel


