SURABAYA – Hari-Hari Restaurant Soerabaia (@hariharirestaurant), resto legendaris yang terletak di Jalan Musi No. 47, Surabaya, menjadi pilihan banyak keluarga sejak dulu. Meski dikenal sebagai tempat favorit bagi generasi ‘wong jadoel’, Hari-Hari Restaurant pun tetap eksis di kalangan generasi muda lantaran atmosfernya yang hangat dan menunya yang menggugah selera.
Richard Masdjedi, owner Hari-Hari Restaurant Soerabaia, mengatakan bahwa operasional resto ini sudah 20 tahun lebih, tepatnya sejak tahun 2004. Lantaran kawasan di sini dulu adalah pemukiman Indo-Belanda, juga Arab dan Tionghoa, dan sedikit pribumi, maka konsep resto ini bernuansa ‘Jadoel’ atau Jaman Doeloe. Makanya, penataan ruang dan properti yang kami tampilkan adalah barang-barang yang tergolong barang ‘lawas’, Senin (4/8/2025) petang.
Sebagian banyak tamu-tamu adalah para wisatawan asing, terutama dari Negeri Belanda, mereka ingin memorabilia dan merasakan kembali dengan menu-menu daily food, seperti: Nasi Goreng, Mie Goreng, Asem-Asem Iga, Sup Buntut, Sayur Asem, dan lain-lain. Di samping tamu-tamu lokal, baik dari kalangan tua, maupun kalangan muda, lanjut Richard Masdjedi di sela-sela melayani secara langsung acara ulang tahun koleganya.
“Almarhumah Tante Lien, penyanyi lagu “Geef Mij Maar Nasi Goreng” yang terkenal. Ia adalah Wieteke van Dort, seorang wanita Belanda kelahiran Surabaya yang menciptakan lagu tersebut sebagai ungkapan kerinduannya pada makanan Indonesia, khususnya nasi goreng, setelah ia dan keluarganya pindah ke Belanda. Dulu, setiap kali ke Surabaya selalu singgah di resto ini,” pungkas Ketua RW (Rukun Warga) di kompleks tempat tinggalnya.
Menu andalan seperti Gurami Saus Mangga, Empal Gentong khas Cirebon, serta beragam pilihan sup dan sayur seperti: Asem-Asem Iga, Sup Buntut, Sayur Asem, hingga Ca Taoge Ikan Asin, dan Gado-Gado, serta berbagai varian menu ayam, membuat resto ini cocok untuk berbagai acara, mulai dari makan bersama keluarga tercinta, kerabat, sahabat dekat, hingga gathering bersama kolega.
Bagi kamu penggemar penyetan, Hari-Hari Restaurant pun menyajikan pilihan menu yang tak kalah menggoda lidah kamu, menu seperti: Ayam Penyet, Empal Penyet, Iga Bakar Penyet, hingga Udang Spesial Hari-Hari dan berbagai variannya yang siap menggoyang lidah kamu. Di samping menu-menu andalan lain yang tak disebutkan satu per satu di sini. Tak perlu khawatir, semua menu HALAL.
Maya, salah satu undangan dari IGTKI, mengatakan bahwa semua menu yang disajikan benar-benar istimewa, seperti: gurami saus mangga, asem-asem iga, asem-asem bandeng, ayam rica-rica, ikan bawal, mie goreng puyuh, tahu meletet, bandeng Bangil goreng, bebikailan, bendoyo (krai rebus), udang Bangil goreng, dan lobster.
“Sayang dua menu terakhir, udang Bangil asem manis, dan lobster yang aduhai menggoda lidah itu, aku gak berani ikut menyantap, gak mau aku ‘biduren’. Lantaran alergi,” pungkasnya.
Secara kebetulan, alisson.id juga turut menghadiri undangan momen istimewa, yakni perayaan ulang tahun ‘Engkong’ Hartono Widjaja, yang owner Hari-Hari Restaurant Soerabaia, Richard Masdjedi, melayani dengan turun langsung di dapur untuk meracik sambal petis dan sambal tomat, serta meracik bumbu lobster, dan turut langsung mengawasi setiap menu yang akan disajikan.
Dengan tempat yang luas dengan pajangan properti barang-barang lawas, nyaman, dan pelayanan yang ramah, Hari-Hari Restaurant menjadi tempat ideal untuk berbagi momen spesial, seperti ulang tahun, meeting, gathering, dan lain-lain. Resto yang lokasinya tak sulit dicari dan atau dijangkau ini buka setiap hari, mulai pukul 11.00 hingga 20.00 WIB. Kamu bisa reservasi melalui nomor kontak: WA 0817 0403 333. (Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
Hari-Hari Restaurant Soerabaia: Gurami Saus Mangga Bikin Nendang Lidah Banget!





























