Perwakilan Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL)
dan Sejumlah Perwakilan Lain Hadiri Undangan
SURABAYA – Bagi sebagian orang, ulang tahun bukan sekadar penanda bertambahnya usia. Ia menjadi waktu yang tepat untuk sejenak menoleh ke belakang, menghargai setiap langkah kehidupan, baik yang dihiasi tawa maupun air mata. Momen ini mengingatkan kita bahwa kesehatan, usia, dan kesempatan untuk terus hidup adalah anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tak kalah penting, ulang tahun juga menjadi pengingat betapa berharganya kehadiran keluarga, kerabat, dan sahabat. Mereka yang setia menemani, memberi semangat, serta tak pernah lelah memberikan dukungan saat dalam suka maupun duka. Semua itulah yang terasa dalam perayaan ulang tahun ‘Engkong’ Hartono Widjaja, tepat hari Senin 4 Agustus, yang diadakan di Hari Hari Restaurant Soerabaia, Senin (4/8/2025) petang.
Suasana kehangatan, ceria, penuh akrab, dan gelak tawa perayaan ulang tahun, selain dilayani oleh sang owner Hari-Hari Restaurant Soerabaia, Richard Masdjedi beserta keluarga secara langsung, juga dihadiri sejumlah perwakilan, seperti dari: Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL), Roode Brug Soerabaia, Lintas RW, Asosiasi Travel, Asosiasi Arsitek, IKA ITS, IGTKI, POGI, Perbankan, dan PHRI, serta perwakilan lainnya.
“Lantaran ini ulang tahun Pak Hartono Widjaja, makanya saya langsung turun sendiri di dapur perlu meracik sambal spesial, yaitu sambal petis dan sambal terasi atau sambal tomat. Juga olahan lobsternya,” tutur Richard Masdjedi, owner Hari-Hari Restaurant Soerabaia.
Di balik senyum ramah, pribadi yang hangat, terbuka, dan ringan tangan, ‘Engkong’ Hartono Widjaja adalah sosok yang tak hanya aktif di lingkungan tempat tinggalnya, pun dalam urusan sosial kemasyarakatan, serta di urusan kepentingan keagamaan. Misalnya, lewat alunan musik yang lembut dan penuh perasaan, ia tidak hanya mengisi ruang ibadah, namun juga menyentuh batin para jemaat yang hadir.
“Hidup ini seperti piano. Nada tinggi dan rendah atau cepat dan lambat akan selalu ada, namun justru di situlah letak keindahan iramanya. Sedangkan bersyukur itu tak ubahnya seperti memainkan lagu, meski tak selalu merdu, tetapi harus dijalani dengan hati sehingga membawa suasana batin yang mendalam,” ujar moral ‘Engkong’ Hartono Widjaja, sang empunya Maestro Music Surabaya.
Dalam perjalanan kehidupan, rasa syukur menjadi pondasi yang meneguhkan hati di tengah perubahan dan tantangan. Syukur bukan hanya tentang menghargai hal-hal baik, tetapi juga tentang menerima dengan lapang dada setiap kesulitan yang datang sebagai bagian dari proses dinamika hitam putihnya kehidupan, pungkas sosok Ketua RT (Rukun Tetangga) di kompleks tempat tinggalnya.
Dalam kesempatan yang sama, Chrisyandi Tri Kartika, Ketua komunitas Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL), dalam sambutannya mengatakan bahwa menjadikan rasa syukur sebagai bagian dari keseharian memang bukan perkara mudah. Ada kalanya hidup terasa berat, hingga menyulitkan kita untuk melihat sisi baik dari apa yang sedang dialami dalam menapaki liku-liku kehidupan.
“Namun, bersyukur dalam kondisi demikian bukan berarti menafikan rasa perih. Justru syukur hadir sebagai kemampuan menggali makna terdalam dari setiap peristiwa, meski kadang dibumbui oleh emosi yang membuncah,” lanjutnya.
Melalui cara pandang ini, syukur menjadi latihan batin untuk menerima hidup dengan lebih lapang. Ia menjadi jembatan menuju ketenangan jiwa, menuntun pada kehidupan yang lebih bernilai. Dengan bersyukur, kita belajar berdamai dengan kenyataan, dan membuka ruang datangnya kebaikan yang lebih luas, pungkas Chrisyandi, yang juga berprofesi sebagai Pustakawan di Universitas Ciputra Surabaya.
*
Seperti momen ulang tahun ‘Engkong’ Hartono Widjaja tak hanya tentang jumlah angka usia, namun juga tentang kasih, syukur, dan rasa kebersamaan. Syukur, layak untuk dirayakan, selagi masih ada waktu, kesempatan, dan orang-orang terkasih. Pun, Hari-Hari Restaurant menjadi ruang yang pas untuk menghidupkan suasana itu, yakni tempat cerita, canda, dan ceria dalam satu deretan meja. Apalagi momen istimewa ini sang owner, Richard Masdjedi, turun langsung turut melayani. (Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
Owner Hari-Hari Restaurant Soerabaia, Richard Masdjedi,
Rayakan Ulang Tahun ‘Engkong’ Hartono Widjaja












































