Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1

Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Share this :

Dalam upaya menanamkan kecintaan terhadap sejarah bangsa sekaligus menumbuhkan semangat literasi, Yayasan Dana Perguruan Nasional (Dapena) Surabaya menggelar kegiatan Tur Sejarah bagi siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara “Festival Sejarah” bertema “Sejarahku, Sejarahmu”, yang berlangsung pada Rabu (29/10/2025) pagi.

Di samping itu, melalui kegiatan ini para siswa diajak untuk menelusuri jejak perjuangan di tiga lokasi penting: yakni di Makam Wage Rudolf Soepratman, Rumah Pergerakan – Rumah H.O.S. Tjokroaminoto, dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya. Ketika di Makam Wage Rudolf Soepratman, para siswa mendapatkan pencerahan dari anggota LVRI Surabaya, yakni Eyang F.X. Soekarman dan Eyang Muchtarom.

Dalam kunjungan itu para siswa diberikan kesempatan untuk mengulik berbagai peristiwa yang berkait dengan sejarah ketiga obyek tersebut dan menuangkannya dalam karya tulis pendek sebagai bentuk tagihan kegiatan. Hal ini sekaligus menjadi wahana aktualisasi unjuk prestasi para siswa dalam bentuk per kelompok terdiri atas dua orang siswa.

Dra. Istuningsih, M.Pd., salah satu pengurus Yayasan Dapena, menuturkan bahwa melalui festival tersebut para siswa ditantang untuk menghasilkan karya tulis terbaik sekaligus menemukan potensi dan talenta masing-masing.

“ Kegiatan festival merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi siswa secara berkelanjutan, serta turut andil dalam mengembangkan karakter peserta didik menuju profil pelajar Pancasila,” tuturnya di sela-sela kunjungan.

Menandai semangat Merdeka Belajar dan Merdeka Berprestasi, lanjutnya, ajang festival ini memberi ruang bagi siswa untuk beraktualisasi sesuai minat dan bakat mereka. Baik SMP Dapena 1 maupun SMA Dapena 1, akan memberikan perhatian dan apresiasi terhadap peserta didik yang berprestasi di berbagai bidang, termasuk membuat karya tulis ini akan ditentukan kelompok siapa yang terbaik.

“Mereka yang berhasil akan mendapatkan banyak manfaat untuk pengembangan karir belajar, ataupun karir profesional mereka kelak,” pungkas mantan Pengawas pada Dinas Pendidikan Kota Surabaya itu.

Pada kesempatan yang sama, Zakina Rismawati, Kelas IX SMP Dapena 1, mengatakan bahwa kegiatan tur sejarah ini membuatnya lebih memahami perjuangan para tokoh bangsa yang selama ini hanya ia baca di buku pelajaran.

“Saya jadi tahu bagaimana perjuangan W.R. Soepratman menciptakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, juga kisah H.O.S. Tjokroaminoto yang membina banyak tokoh pergerakan di rumahnya. Rasanya seperti belajar langsung di tempat sejarah itu terjadi. Tantangan membuat karya tulis setelah kunjungan ini menjadikan saya lebih bersemangat untuk menulis dengan sudut pandang saya sendiri,” ujarnya dengan antusias.

Sedangkan Maria Jesica Gabrelia Longdong, Kelas XI IPA SMA Dapena 1, menambahkan bahwa kegiatan ini membuka wawasannya tentang pentingnya mengenali jejak sejarah bangsa dan menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi muda Indonesia.

“Melalui kunjungan ini, saya bisa merasakan semangat perjuangan yang nyata, bukan sekadar teori. Menulis karya tulis dari hasil kunjungan ini memang menantang, tapi justru dari tantangan itu saya belajar bagaimana menghubungkan peristiwa sejarah dengan nilai-nilai kehidupan masa kini. Saya jadi ingin terus belajar agar bisa menghargai sejarah bangsa sendiri,” tutur Jesica.

*

Kegiatan Tur Sejarah yang digagas Yayasan Dapena Surabaya ini tak sekadar perjalanan edukatif, melainkan langkah nyata menanamkan kesadaran sejarah dan nasionalisme di kalangan generasi muda. Dari setiap jejak di makam, rumah pergerakan, hingga museum, para siswa diajak memahami bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan cermin yang menuntun masa depan.

Melalui tulisan-tulisan yang mereka hasilkan, semangat “Sejarahku, Sejarahmu” menemukan maknanya: sejarah adalah milik bersama, dan setiap generasi bertanggung jawab untuk menjaganya tetap hidup. Karya-karya itu bukan hanya bentuk apresiasi terhadap masa lalu, tetapi juga jembatan yang menghubungkan nilai perjuangan dengan semangat berkarya di masa kini. (Ali Muchson)

Biarkan Foto Bicara
Yayasan Dapena Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1

Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1
Yayasan Dapena Surabaya: Gelar Tur Sejarah bagi Siswa SMP Dapena 1 dan SMA Dapena 1

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *