Ketika Semangat Perjuangan Menemukan Ekspresinya di Kanvas
Agustus selalu datang membawa ingatan. Tentang perjuangan, tentang keberanian, tentang mereka yang pernah berdiri di tengah keterbatasan demi sebuah cita-cita bernama kemerdekaan. Namun, setelah sejarah menjadi bagian dari masa lalu, semangat perjuangan tak seharusnya berhenti sebagai kenangan. Ia dapat terus dihidupkan melalui berbagai cara, termasuk melalui seni.
Semangat itulah yang coba diterjemahkan oleh Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (KOSERUYA) melalui pameran seni rupa bertajuk “Spirit Juang dalam Warna”. Pameran ini menjadi bentuk partisipasi para seniman dalam memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Kota Surabaya, sekaligus menyemarakkan momentum bulan Agustus melalui bahasa visual yang lahir dari keberagaman pengalaman, gagasan, dan kreativitas.
Bagi seni rupa, warna tak sekadar unsur estetika. Warna dapat menjadi bahasa untuk menyampaikan kegembiraan, kegelisahan, harapan, kritik, bahkan semangat untuk terus bertahan dan bergerak maju. Karena itu, “Spirit Juang dalam Warna” tak semata-mata berbicara tentang perjuangan dalam pengertian historis, namun juga tentang bagaimana semangat tersebut menemukan bentuknya dalam kehidupan hari ini.
Enam Puluh Seniman, Beragam Warna Perjuangan
Pameran ini menghadirkan karya 60 pelukis dari Surabaya dan kota-kota di sekitarnya. Mereka datang dengan gaya, karakter, teknik, serta pendekatan visual yang beragam. Keragaman tersebut justru menjadi kekuatan pameran, karena setiap karya menawarkan cara pandang yang berbeda dalam menerjemahkan tema perjuangan.
Ada perjuangan yang mungkin hadir dalam sapuan warna yang tegas. Ada pula yang tampil melalui komposisi yang tenang dan kontemplatif. Sebagian mungkin berbicara tentang masa lalu, sementara sebagian lainnya merefleksikan persoalan kehidupan masa kini. Pada akhirnya, setiap karya memiliki ruang untuk berbicara dengan caranya sendiri.
Di situlah seni menjadi penting. Ia tak selalu memberikan jawaban, namun dapat mengajak seseorang berhenti sejenak, melihat lebih dekat, lalu bertanya kepada dirinya sendiri: apa arti perjuangan bagi kehidupan kita hari ini?
Ami Tri, salah satu panitia pelaksana, mengatakan bahwa momentum bulan Agustus menjadi pengingat perjuangan itu tak pernah benar-benar selesai. Jika generasi terdahulu berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, generasi hari ini memiliki bentuk perjuangannya sendiri: merawat kebudayaan, menjaga kreativitas, membangun ruang-ruang dialog, serta menghadirkan karya yang dapat memberikan energi positif bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kanvas dapat menjadi ruang refleksi. Kuas menjadi alat untuk menyampaikan gagasan. Dan warna menjadi bahasa yang memungkinkan semangat perjuangan terus hadir melampaui batas zaman,” pungkasnya.
Menghidupkan Kembali Geliat Seni di Kawasan THR
Pameran “Spirit Juang dalam Warna” memiliki makna yang lebih luas karena diselenggarakan di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR), sebuah kawasan yang memiliki nilai historis dalam perjalanan kehidupan Kota Surabaya. Maka untuk itu, hadir dalam peresmian acara Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi, S.Sn.
Kawasan THR tak sekadar ruang fisik. Ia menyimpan jejak ingatan kolektif masyarakat Surabaya, tentang: hiburan, pertemuan, pertunjukan, dan berbagai aktivitas yang pernah menjadi bagian dari dinamika kehidupan kota. Karena itu, upaya menghadirkan kembali geliat seni dan kreativitas di kawasan tersebut memiliki arti tersendiri.
Kehadiran Galeri Surabaya di Urban Creative Hub – THR diharapkan dapat menjadi salah satu ruang baru yang terbuka bagi seniman, pelaku budaya, masyarakat, dan para pecinta seni rupa. Sebuah ruang tak hanya menjadi berarti karena bangunannya, namun karena orang-orang yang datang, berinteraksi, berbagi gagasan, dan menciptakan pengalaman di dalamnya.
Dalam konteks itulah pameran ini tak hanya tentang karya yang dipajang di dinding galeri. Ia juga tentang upaya membangun kembali hubungan antara seni, masyarakat, dan ruang kota atau ruang publik.
Seni yang tumbuh di sebuah kota pada akhirnya tak dapat dipisahkan dari kehidupan kota itu sendiri. Ketika seniman memperoleh ruang untuk berekspresi, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengapresiasi, dan terjadi perjumpaan antara keduanya, ekosistem seni pun perlahan tumbuh.
Dari Sejarah Menuju Masa Depan
“Spirit Juang dalam Warna” mengajak kita melihat perjuangan dari perspektif yang lebih luas. Perjuangan tak hanya sesuatu yang terjadi di masa lalu dan kemudian diperingati setiap bulan Agustus. Perjuangan juga merupakan proses yang terus berlangsung dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, merawat kebudayaan, mempertahankan kreativitas, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui enam puluh seniman dan karya-karya mereka, pameran ini menjadi semacam perjumpaan antara sejarah, ekspresi, dan harapan. Warna-warna yang hadir di atas kanvas menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan dapat diwariskan tak hanya melalui cerita, namun juga melalui karya dan pengalaman estetik.
Bagi Surabaya, tumbuhnya ruang-ruang seni semacam ini juga menjadi bagian dari perjalanan membangun kota yang tak hanya berkembang secara fisik dan ekonomi, namun juga memiliki kehidupan kebudayaan yang dinamis. Kota yang baik tak hanya kota yang memiliki gedung-gedung baru, melainkan kota yang mampu merawat ingatan, memberi ruang bagi kreativitas, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengalami seni secara langsung.
Melalui pameran ini, KOSERUYA berharap dapat turut memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang aktif mengembangkan seni dan kebudayaan. Lebih dari itu, masyarakat diajak untuk datang, melihat, merasakan, dan memberikan apresiasi terhadap karya para seniman sekaligus terhadap tumbuhnya ruang seni baru di Kota Surabaya.
Sebab, seperti halnya kemerdekaan yang harus terus dirawat, kehidupan seni dan kebudayaan pun membutuhkan perhatian dan partisipasi bersama dari pengambil kebijakan atas kota ini. Dari sebuah kanvas, sebuah warna, dan sebuah ruang perjumpaan, mungkin tumbuh sesuatu yang lebih besar: kesadaran bahwa perjuangan untuk merawat kreativitas dan kebudayaan adalah bagian dari perjuangan membangun kota.
Dan di bulan ketika Indonesia kembali mengenang arti kemerdekaan, “Spirit Juang dalam Warna” menghadirkan pesan sederhana: perjuangan tak selalu harus diteriakkan. Kadang-kadang, ia cukup dilukiskan: dalam warna, dalam karya, dan dalam keberanian untuk terus mencipta.
Waktu dan Tempat
Pembukaan pameran Seni Rupa “Spirit Juang dalam Warna” dilaksanakan pada Selasa (11/8/2026) pukul 16.00 WIB. Sedangkan pamerang akan berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026 hingga Senin, 31 Agustus 2026, mulai pukul: 12.00 – 20.00 WIB, tempat: Galeri Surabaya, Urban Creative Hub – THR, alamat: Jalan Kusuma Bangsa No. 114 Surabaya.
“Mari datang, melihat, dan merasakan bagaimana semangat perjuangan menemukan bahasa barunya. Melalui warna!” (Ali Muchson)
Featured image: Ami Tri
Biarkan Foto Bicara
Spirit Juang dalam warna
Foto oleh Ami Tri




















