Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer
Share this :

Perwakilan Komunitas Roode Soerabaia,
dan Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL) Turut Hadir Saksikan

Dentum tambur berpadu dengan bunyi simbal yang nyaring: “pyeng…, pyeng…, pyeng.” menggema di sela-sela dinding rumah tua yang berhimpitan. Lampion-lampion merah bergelantungan, berayun pelan diterpa angin pagi, sementara asap dupa mengepul tipis, menyebarkan aroma yang khas dan menenangkan.

Di gang-gang sempit Kampung Pecinan Tambak Bayan, Surabaya, tiga barongsai berwarna merah, orange, dan kuning berlenggak-lenggok lincah, menari di antara kerumunan warga, berbagai komunitas, maupun para penonton yang sejak pagi setia menunggu, Selasa pagi (17/2/2026).

Sejak pagi hingga siang, warga mengenakan busana merah khas Imlek, saling menyapa dengan ucapan “gong xi fat cai”. Gang-gang dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan atraksi barongsai Surya Naga, Tari Remo dari Sanggar Omah Nduwur, hingga penampilan Mberot Rea Reo oleh anak-anak Tambak Bayan.

Gang yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi kerumunan manusia. Warga setempat, pengunjung dari berbagai sudut kota, hingga para pemburu momen berbaur tanpa sekat. Kamera-kamera terangkat tinggi; lensa-lensa saling bersisian, mencari sudut pengambilan foto terbaik.

Para fotografer dari media cetak, daring, hingga pegiat media sosial, bergerak cepat mengikuti irama barongsai yang terus maju menyusuri gang. Sesekali terdengar instruksi lirih, “Geser sedikit…,” atau langkah tergesa demi mendapatkan bidikan yang paling bercerita.

Bagi mereka, Imlek di Tambak Bayan bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan ruang temu yang hangat. Bahasa Patria, fotografer dari Kompas, berseloroh bahwa perayaan ini ibarat hari raya bagi para juru kamera. Di tengah kesibukan liputan masing-masing, momen seperti inilah yang mempertemukan mereka kembali.

“Imlek di sini seperti hari raya bagi kami juga. Bisa silaturahmi, saling menyapa, dan menanyakan kabar kesehatan,” ujarnya sambil tersenyum.

Sepanjang gang, warga menggantungkan amplop-angpau di depan rumah atau menyodorkannya ke mulut barongsai yang menari lincah. Tawa dan wajah berbinar menyambut Tahun Baru Imlek ke-2577 yang tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026.

Di kampung pecinan tertua di Surabaya itu, perayaan tak hanya menjadi milik etnis Tionghoa. Warga Jawa dan Madura yang telah lama hidup berdampingan turut larut dalam sukacita. Tradisi menjadi jembatan, bukan sekat; perbedaan melebur dalam warna merah yang menyala.

Imlek memang selalu lekat dengan simbol, warna, dan pergantian shio setiap tahun. Pada 2026, kalender Tionghoa menandai datangnya Tahun Kuda Api. Simbol ini sering dimaknai sebagai energi yang menyala-nyala, sebuah pertanda semangat dan harapan untuk melangkah lebih berani di tahun yang baru.

Lim Kiem Hau yang akrab disapa Gepeng, salah satu penggagas kegiatan di kampung ini, mengatakan bahwa tradisi Tionghoa dan kesenian lokal tampil berdampingan, memperlihatkan harmoni budaya yang tumbuh dari sejarah panjang kebersamaan. Ia mengaku terharu melihat perayaan Imlek dihadiri beragam kalangan serta diliput banyak media.

“Saya senang sekali bisa berbaur dengan sebagian warga Surabaya dari berbagai latar belakang. Inti Imlek adalah berkumpul bersama keluarga, teman, dan masyarakat. Kebersamaan itulah yang paling utama,” katanya.

Selain warga, dan berbagai penonton, serta para pemburu foto, tampak hadir berbagai komunitas, seperti: komunitas pelari, perwakilan komunitas Roode Brug Soerabaia: Sylvi Mutiara (Pembina), Yoshi Surjoso, Aries Eka Prasetya, Wildan Arif, dll., dan perwakilan komunitas Pernak-Pernik Surabaya Lama (PSL): Chrisyandi Tri Kartika (Founder) dan Ratri Saraswati.

Tahun Shio Kuda Api

Dikutip dari siaran Metro TV, ahli feng shui Angelina Fang menjelaskan bahwa penggunaan lambang hewan dalam kalender Tionghoa pada mulanya berfungsi sebagai penanda waktu. Pada masa lampau, sebelum kalender masehi dikenal luas, dua belas hewan shio dipakai untuk menyebut siklus tahun.

“Ketika mendengar ‘Kuda Api’, kita sering langsung membayangkan sifat kudanya. Padahal, hewan itu hanyalah simbol waktu. Dahulu orang tidak mengenal Januari atau Februari; mereka menandai tahun dengan dua belas hewan tersebut,” jelasnya.

Tahun Kuda Api disebut memiliki makna khusus karena memadukan dua elemen sekaligus: kuda dan api. Elemen kuda melambangkan api keci: hangat, penuh semangat, namun sensitif. Sementara elemen api merepresentasikan kobaran besar: terang, megah, namun bisa kurang sabar dan mudah tersulut emosi. Kombinasi ‘api ganda’ ini menghadirkan energi besar sekaligus tantangan.

Menurut Angelina, stabilitas emosi menjadi kunci di tahun ini. Potensi konflik bisa muncul bila emosi tak terkelola. Namun, di balik tantangan itu, tersimpan peluang transformasi yang luas. Tahun Kuda Api diyakini membawa optimisme dan gairah baru, termasuk dalam dunia usaha.

“Ini tahun transformasi yang dijalani dengan penuh semangat. Banyak orang akan terdorong membuka bisnis, terutama usaha-usaha yang berelemen api,” ungkapnya.

*

Di Kampung Pecinan Tambak Bayan, makna simbolik itu menemukan bentuknya yang nyata. Api bukan sekadar unsur dalam kalender, melainkan nyala kebersamaan yang menghangatkan. Orang-orang belajar kembali bahwa tradisi bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, pun menyalakan harapan untuk masa depan.

Di tengah dentum tambur dan gemerincing simbal, di antara kerumunan dan membaurnya masyarakat, serta di antara lensa-lensa kamera dan amplop angpau yang bergelantungan di terpa angi, maupun yang disodorkan penuh harap, Imlek menjelma bukan hanya sebagai perayaan etnis, melainkan tentang perayaan ‘ramah manusia’. (Ali Muchson)

Biarkan Foto Bicara
Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga,
Pun Lebarannya Para Fotografer


Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer
Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

Imlek Kampung Pecinan Tambak Bayan: Tak Sekadar Hari Raya Warga, Pun Lebarannya Para Fotografer

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *