Roode Brug Soerabaia Support Model Impresi Wanita Pejuang beserta Properti
Sebanyak 25 (dua puluh lima) pelukis mengikuti lomba on the spot melukis model impresi wanita pejuang dan wanita rakyat biasa, yakni reka ulang sosok gadis pejuang dan rakyat dalam bentuk lukisan. Kegiatan berlangsung di Café Corner Lobby La Lisa Hotel Surabaya, Jalan Raya Nginden 82 Surabaya 60284, Minggu (16/11/2025) sore.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di sela-sela berlangsungnya pameran lukisan bertajuk November Art oleh Koperjati (Komunitas Perupa Jawa Timur) yang telah berlangsung sejak tanggal 1 November 2025, dan akan berakhir pada tanggal 25 Desember 2025 mendatang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025.
Humas Koperjati Tri Edy Marga mengatakan bahwa melukis on the spot model impresi ini di-support oleh Roode Brug Soerabaia, yakni menyediakan salah satu modelnya, Annisa Farah A., lengkap dengan uniform pejuang beserta properti se zamannya. Pun model wanita rakyat disediakan dari pihak La Lisa Hotel Surabaya, Ony Tismayani Zein. Hasil lomba diumumkan secara langsung usai dewan juri bersidang untuk menetapkan para juaranya.
“Harapan dari kegiatan ini bahwa memperingati Hari Pahlawan Nasional bisa dilakukan dengan berbagai ragam cara sesuai bidang masing-masing. Salah satu contoh, seperti di dunia perupa, bisa mengadakan even melukis model impresi wanita pejuang dan wanita rakyat kebanyakan dengan berkolaborasi bersama pihat lain,” pungkasnya.
“November Art”
Pameran lukisan bertema “November Art”, digelar oleh Koperjati (Komunitas Perupa Jawa Timur), bertempat di Lobby Hotel La Lisa Jalan Raya Nginden 82 Surabaya. Pameran yang dijadwalkan hampir dua bulan ini juga dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025. Dibuka oleh Vida Frans, General Manager Hotel La Lisa, Sabtu (1/11/2025) malam.
Pameran menyuguhkan 25 lukisan karya dari 25 perupa dengan beragam gaya dan media seperti cat air, akrilik, dan cat minyak. Mereka berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, yakni dari Sidoarjo, Malang, Batu, Tuban, Kediri, Sampang, Pamekasan, dan Surabaya.
Ketua panitia pameran, Budi Santoso, mengatakan bahwa peserta pameran bebas menampilkan objek dan tema lukisan. Namun demikian, masing-masing karya mengandung makna semangat, perjuangan dan keteladanan. Keragaman karya yang inspiratif tersebut juga sebagai cermin pewarisan nilai-nilai juang 10 November 1945, yang diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.
“Pameran lukisan ini juga sebagai wujud kerjasama yang baik antara seniman dan pihak hotel yang telah menyediakan ruang yang representatif. Pameran berlangsung mulai tanggal 1 November hingga 25 Desember 2025 dan terbuka untuk umum,” lanjutnya.
Kolaborasi ini diharapkan ikut menyemarakkan dunia seni lukis di Surabaya dan Jawa Timur. Pengunjung, kolektor, maupun tamu hotel selain melihat dan mengapresiasi, juga dapat mengoleksi lukisan yang dipajang. Pihak Hotel La Lisa melalui General Managernya menyampaikan bahwa hasil penjualan lukisan 100 persen untuk seniman, pungkas Budi Santoso. (Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
Lomba Lukis On The Spot Model Impresi Wanita Pejuang dan Wanita Rakyat



















