Sore Ramadan meski Surabaya diguyur hujan deras tak menyurutkan nyali anggota Roode Brug Soerabaia menghadiri kegiatan bertajuk “Randu Ramadan”, sebuah giat bakti sosial sekaligus buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Khadijah 2 Surabaya, yang berlokasi di Jalan Pradah Kalikendal I Nomor 33A Surabaya, pada Minggu sore (15/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak sore menjelang waktu berbuka hingga Salat Maghrib berjamaah tersebut dihadiri oleh Titin Sundari, Ketua Panti Asuhan Khadijah 2 Surabaya; Sylvi Mutiara, Pembina Roode Brug Soerabaia; serta Satrio Sudarso, Ketua Roode Brug Soerabaia, bersama sejumlah anggota komunitas dan para anak panti.
Melalui kegiatan ini, anggota Roode Brug Soerabaia berupaya hadir tak sekadar sebagai tamu, pun sebagai sahabat yang ingin berbagi waktu dan perhatian. Mereka membaur dengan anak-anak panti asuhan, menciptakan suasana akrab dan penuh keceriaan. Tawa kecil terdengar di sela-sela percakapan menjadi penanda bahwa perjumpaan sederhana dapat melahirkan kebahagiaan yang tulus.
Pembina Roode Brug Soerabaia, Sylvi Mutiara, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut tak hanya dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan materi. Lebih dari itu, kebersamaan yang tercipta dalam interaksi langsung menjadi bagian penting dari makna kegiatan tersebut.
“Kepedulian sosial tak selalu hadir dalam bentuk bantuan semata. Kehadiran, perhatian, dan waktu yang kita luangkan untuk berbagi kebahagiaan juga memiliki arti yang besar,” ujarnya.
Menurut Sylvi, melalui kebersamaan semacam ini, hubungan sosial antara komunitas dan anak-anak panti dapat terjalin lebih erat. Suasana hangat yang tercipta menjadi ruang bagi tumbuhnya empati, solidaritas, dan rasa saling menghargai. Interaksi yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi anak-anak panti asuhan.
“Dengan perhatian dan kebersamaan seperti ini, anak-anak merasa dihargai dan didukung. Harapannya, mereka semakin percaya diri untuk tumbuh dan berkembang dengan semangat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Khadijah 2 Surabaya, Titin Sundari, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh komunitas Roode Brug Soerabaia. Ia menilai kehadiran komunitas tersebut membawa dampak positif bagi anak-anak panti.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar penyerahan bantuan. Lebih dari itu, ia menjadi wujud nyata kepedulian. Setiap bantuan yang diberikan memiliki arti besar bagi anak-anak di sini, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai dukungan moral bagi mereka,” tutur perempuan yang telah lebih dari empat dekade mengelola panti asuhan tersebut.
Di sela-sela menunggu waktu berbuka puasa, kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas yang memperkaya suasana kebersamaan. Salah satunya adalah penyampaian kisah sejarah Rumah Sakit Simpang Surabaya, yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah kota Surabaya, yang disampaikan oleh Hari Sasongko, anggota senior Roode Brug Soerabaia.
Selain itu, disampaikan pula ceramah bertema Hakikat dan Hikmah Puasa yang disampaikan ustadzah Rukiyah Sani, serta pertunjukan seni hadrah yang dimainkan oleh anak-anak panti asuhan. Acara kemudian ditutup oleh Ketua Roode Brug Soerabaia, Satrio Sudarso, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan Randu Ramadan dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota Roode Brug Soerabaia atas kepedulian yang tulus kepada adik-adik di panti asuhan ini. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan ini dengan pahala yang berlipat,” ujarnya.
Seiring petang tiba dan hujan pun mulai reda, akhirnya berujung pada azan Maghrib yang menggema dari musala terdekat. Gelas-gelas minuman dan aneka jajanan takjil mulai terangkat, senyum-senyum kecil mengembang, dan rasa syukur terasa begitu dekat di hati setiap orang yang hadir, lantaran telah tunaikan puasa hari ini. Sedangkan santap makan malam usai Salat Maghrib.
Pada bulan Ramadan kini, kebersamaan semacam ini mengingatkan kembali bahwa berbagi tak selalu tentang seberapa besar yang diberikan. Kadang, yang paling bermakna justru adalah kehadiran, perhatian, dan waktu yang dibagikan dengan tulus.
Pun mungkin, di situlah letak hakikat dari “Randu Ramadan”: sebuah kerinduan untuk saling menguatkan, saling menyapa, dan menjaga nyala kemanusiaan agar tetap hidup di tengah perjalanan waktu. (Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
Randu Ramadan: Kehangatan Kebersamaan di Panti Asuhan Khadijah 2 Surabaya
















