Subcyclist Kunjungi Tempat Historis Blantika Musik Indonesia

  • GOWES
Subcyclist Gowes Bareng
Share this :

‘Era Musika’, demikian tajuk agenda mancal Suroboyo Cycling Institute atau Subcyclist bulan September. Kegiatan yang dikonsep mengajak bersepeda keliling Kota Surabaya berkunjung untuk menelisik jejak tempat-tempat historis para musisi dan blantika permusikan Indonesia.

Lebih khususnya di Kota Surabaya, di antaranya singgah di Siola, Gentengkali, Fakultas Ekonomi Bisnis Kampus B Unair, Perdana Record, dan Gelora 10 November Surabaya.

Koordinator Mancal Nang Suroboyo Cak Zainal, menuturkan Surabaya turut mewarnai blantika musik Indonesia dengan melahirkan sederet musisi andal. Dara Puspita, AKA, Boomerang, Panbers, Gombloh, Bubi Chen, , Padi, Dewa 19, Mus Mujiono dan Mus Mulyadi, hingga Nella Kharisma.

Tak dipungkiri, Surabaya juga menjadi bagian dari kisah perjalanan hidup WR Soepratman hingga akhir hayatnya.

Subcyclist Gowes Bareng
Gowes. Solusi tanpa emisi.

Zainal menjelaskan, kegiatan diawali di sekitar Genteng Besar, termasuk Siola dan Gentengkali. Di sini dulu ada Toko Sari Agung. Selain menjual alat-alat tulis, perlengkapan sekolah dan perkantoran, juga menjual alat-alat musik.

Sekitaran ini tempat almarhum Gombloh ‘nongkrong’ sambil menunggu orang ganti senar guitar. Senar-senar yang masih layak digunakan dia minta untuk ganti senar guitarnya. Di kawasan ini dulu ada Nirwana Record, tempat Gombloh rekaman.

Rute berikut, lanjut Zainal, teman-teman Subcyclist di ajak singgah di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Kampus B Unair. FEB dulu mempunya satu acara legend namanya Musik Lorong. Di sini terlahir pemusik yang namanya turut mewarnai perkembangan industri musik Indonesia.

Mereka, yakni ada Dudi Oris salah satu dari Yovie and Nuno, Ari Lasso, Ahmad Dhani, Fadli ‘Padi’ juga di Musik Lorong itu.

Subcyclist Gowes Bareng
Goweser cilik sedang diwawancarai salah satu panitia, Cak Zainal.

“sebagai sarana silaturahmi atas kesamaan hobby bersepeda hingga menyatukan kita seperti sebuah keluarga, juga mengenalkan jejak pemusik kita, khususnya bagi kaum millennial,” tambahnya.

Sementara itu, sambung Zainal, tempat singgah berikutnya di Perdana Record. Tempat rekaman musik yang berada di Ploso Timur IV ini melahirkan penyanyi yang namanya turut mengangkat pamor musik dangdut, di antaranya ada Evi Tamala, Nella Kharisma dan Via Vallen.

Kegiatan diakhiri di Gelora 10 November Surabaya, Sebuah stadion sepak bola yang kini dijadikan Cagar Budaya oleh Walikota Tri Rismaharini. Di tempat ini para pemusik tersebut biasanya menggelar konser-konsernya.

“Target Subcyclist, ingin mengajak sebanyak-banyaknya warga Surabaya mau bersepeda dalam aktivitas hariannya. Ke sekolah, tempat kerja, tempat dekat tempat tinggal seperti mini market atau sekedar ngopi-ngopi. Masak ke tempat dekat masih kendarai motor, sayang gitulah,” pungkas Zainal.

Subcyclist Gowes Bareng
Para peserta foto bareng di depan Gelora 10 November Surabaya

Mancal Nang Suroboyo diikuti sekitar 70 orang pesepeda, yang terdiri atas berbagai generasi, tua muda laki perempuan, bahkan turut ikut mancal juga anak-anak. Raisya, Kelas II SD di kawasan Wiyung, dia turut bersepeda dikawal kedua orangtuanya. Selain Raisya, ada Bramatyo Sastro Sadapto, Kelas IV SDN Ketabang.

“Awalnya, saya tadi bersepeda hanya sendirian, ketika berpapasan dengan rombongan ini saya langsung ikutan. Saya jadi tambah wawasan tentang pemusik asal Surabaya.” ungkap Bramantyo sambil menyatakan rasa senangnya bisa ikut rombongan.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *