Setelah gema Idulfitri perlahan mereda, semangat kemenangan dan kejernihan hati yang lahir dari sebulan berpuasa sejatinya masih menyisakan ruang refleksi. Lebaran bukan sekadar perayaan yang berakhir pada hari tertentu, melainkan pintu awal untuk memperbaiki relasi antarmanusia.
Maka dalam konteks inilah, tradisi halal bihalal menemukan maknanya yang paling dalam: bukan hanya temu kangen, namun upaya merajut kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin sempat renggang lantaran sedikitnya waktu atas nama kesibukan.
Semangat tersebut dihidupkan oleh komunitas Roode Brug Soerabaia melalui kegiatan halal bihalal bertema “Halal Bihalal Bangun ‘Guyup Rukun’ Kuatkan Nafas Kebersamaan”. Acara yang berlangsung di Mr. Suprek Jalan Kusuma Bangsa 1 Surabaya, Jumat (3/4/2026) malam.
Hala Bihala dihadiri sekitar 50 anggota dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang dewasa. Kehadiran lintas generasi ini mencerminkan kekuatan komunitas yang tumbuh dalam keberagaman usia.
Ketua Roode Brug Soerabaia, Satrio Sudarso, dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal tak boleh dipandang sebagai rutinitas formal semata. Ia memaknainya sebagai ruang batin untuk menyambungkan kembali pertemuan hati.
“Mungkin sempat terpisah oleh kesibukan, perbedaan pandangan, bahkan konflik kecil yang tak terhindarkan dalam dinamika komunitas. Momen ini adalah kesempatan untuk menurunkan ego, mempertemukan hati, dan membuka pintu maaf dengan tulus,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya harmoni sebagai fondasi kebersamaan dalam menghidupkan komunitas. Harmoni, dalam pandangannya, bukan ketiadaan perbedaan, melainkan kemampuan untuk tetap bersatu di tengah keragaman.
“Duduk bersama tanpa prasangka, berbicara dengan empati, serta bekerja sama demi tujuan bersama adalah wujud nyata dari harmoni itu sendiri. Halal bihalal, karenanya, menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan, ia momentum untuk membangun ulang kepercayaan dan solidaritas,” pungkas dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Senada dengan hal tersebut, Sylvi Mutiara, Pembina Roode Brug Soerabaia, menekankan bahwa menjaga silaturahmi dalam komunitas berarti menciptakan ruang yang nyaman dan terbuka bagi setiap anggota. Ia melihat kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat fondasi sosial, mereduksi kesalahpahaman, serta menumbuhkan semangat kolaborasi yang sehat.
Sylvi juga membuka ruang dialog bagi seluruh anggota. Ia bersama para pembina lainnya, termasuk Arief Yanuar dan Rifkhi Sulaksmono, serta jajaran pengurus, siap menerima berbagai aspirasi maupun ‘unek-unek’ yang mungkin selama ini terpendam. Baginya, komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci menjaga keharmonisan dalam sebuah komunitas.
Mengibaratkan komunitas sebagai sebuah rumah tangga, ia menambahkan bahwa keharmonisan hanya bisa terjaga apabila setiap persoalan dikomunikasikan dengan baik dan sesuai dengan kesepakatan bersama. Dengan demikian, setiap anggota memiliki peran dalam merawat suasana yang kondusif dan saling menghargai.
Sementara itu, Pembina lainnya, Arief Yanuar, mengajak seluruh anggota untuk memaknai halal bihalal sebagai gerakan hati, bukan sekadar seremoni. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian, memperkuat empati, dan menjaga semangat “guyup rukun sak lawase” sebagai nilai luhur yang harus terus dihidupkan.
Menurutnya, kebersamaan yang dibangun dengan rasa saling menghormati akan menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan komunitas. Nilai-nilai kebaikan yang dipetik selama Ramadan dan Idulfitri seharusnya tak berhenti sebagai pengalaman spiritual sesaat, melainkan diteruskan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam relasi antarsesama.
Pada akhirnya, halal bihalal bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan sebuah pengingat bahwa hubungan manusia membutuhkan perawatan yang terus-menerus. Dari ruang Mr. Suprek itu, tersirat harapan besar: agar kebersamaan yang terjalin tak hanya bertahan, namun juga tumbuh semakin kuat, mengakar dalam rasa saling percaya, dan berbuah dalam harmoni yang berkelanjutan.
Pada kesempatan Halal Bihalal kali ini, Sylvi Mutiara menyerahkan cinderamata sebagai apresiasi kepada beberapa personil yang telah membantu kiprah Roode Brug Soerabaia selama periode bergiat tahun 2026 sebagai penanggung jawab kegiatan. (Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
“Halal Bihalal Bangun ‘Guyup Rukun’ Kuatkan Nafas Kebersamaan”

































