Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan Interpretasi yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya

Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Share this :

Sore itu, cahaya matahari Surabaya jatuh miring di pelataran timur Balai Pemuda Surabaya. Udara hangat tak menyurutkan langkah ratusan orang yang datang membawa kanvas, kuas, dan semangat yang sama, yakni: merayakan keindahan, sekaligus menghormati sosok perempuan dalam momentum Hari Kartini. Di ruang terbuka yang hidup oleh warna dan percakapan, seni tak sekadar karya, ia menjadi peristiwa.

Dalam balutan tema “Beauty of Balai Pemuda Surabaya”, dua figur perempuan tampil sebagai pusat inspirasi: Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin. Keduanya bukan hanya hadir sebagai model, melainkan sebagai representasi “Kartini Masa Kini”, perempuan yang aktif berkarya, berdaya, dan memberi pengaruh di ruang publik. Wajah mereka, gestur mereka, bahkan aura yang mereka pancarkan, diterjemahkan ke dalam ratusan interpretasi visual oleh para pelukis.

Sebanyak 200 pelukis dari berbagai kota berkumpul dalam kegiatan melukis bersama On The Spot (OTS) yang digelar pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 15.00 WIB. Mereka datang dari latar yang beragam, yakni: pelajar, mahasiswa, hingga pelukis profesional, namun dipertemukan oleh satu bahasa universal, seni rupa. Setiap kanvas menjadi ruang dialog antara penglihatan dan perasaan, antara realitas dan tafsir personal.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya. Melalui dukungan fasilitas, ruang, dan akses yang inklusif, Pemkot membuka peluang bagi siapa pun untuk berkarya tanpa sekat. Bahkan, panitia menyediakan cat akrilik warna dasar secara gratis serta menggratiskan biaya pendaftaran, sebuah langkah dengan dampak besar bagi tumbuhnya kreativitas.

Ketua Sanggar Merah Putih, M. Anis, menjelaskan bahwa antusiasme peserta melampaui ekspektasi. Mereka tak hanya dari Surabaya atau Jawa Timur, sejumlah pelukis datang dari berbagai kota di Indonesia, membawa gaya, teknik, dan sudut pandang yang berbeda.

“Keberagaman ini justru memperkaya hasil karya, menjadikan setiap lukisan unik sekaligus mencerminkan luasnya spektrum ekspresi seni di tanah air,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Heri Purwadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta budayawan Erros Djarot yang secara resmi membuka acara. Kehadiran mereka tak sekadar simbolis, namun menjadi penegas bahwa seni memiliki tempat penting dalam pembangunan budaya dan identitas kota.

Menariknya, kegiatan ini tak berhenti pada proses melukis semata. Karya-karya peserta yang lolos kurasi akan dipamerkan di Galeri Merah Putih serta ruang pamer Basement Balai Pemuda mulai 20 April 2026. Sementara itu, seluruh peserta tetap mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka, sebuah pengakuan sederhana yang bermakna.

Pun lebih dari sekadar ajang berkarya, OTS “Beauty of Balai Pemuda Surabaya” menjelma menjadi ruang pertemuan, yakni: antara seniman dan masyarakat, antara ekspresi dan apresiasi, antara tradisi dan semangat zaman. Di tempat ini, seni tak berdiri di menara gading, melainkan hadir dekat, hangat, dan menyentuh.

Pada akhirnya, kegiatan ini menegaskan kembali bahwa Balai Pemuda Surabaya tak hanya bangunan bersejarah, namun ruang hidup yang terus berdenyut bersama kreativitas warganya. Di tangan para pelukis, sosok Marcella dan Arumi bukan sekadar objek, melainkan simbol bahwa keindahan, kekuatan, dan inspirasi perempuan akan selalu menemukan caranya untuk diabadikan. Selayaknya tokoh “Ibu Karini”.

Dan sore itu, di antara sapuan warna yang belum sepenuhnya kering, terselip satu hal yang pasti, yakni: seni telah menjadi jembatan, menghubungkan manusia dengan rasa, dan kota dengan jiwanya. Sebuah pengingat halus bahwa perayaan seperti ini bukan sekadar agenda temporer, melainkan investasi budaya yang akan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. (Ali Muchson)

Biar Foto Bicara
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas
di Balai Pemuda Surabaya

Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Foto: Poster Panitia
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Foto: Poster Panitia
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya
Marcella Zalianty dan Arumi Bachsin: Dua Wajah, Ratusan tafsir yang Hidupkan Kanvas di Balai Pemuda Surabaya

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *