Manajemen Quds Royal Hotel Surabaya Jalan Sultan Iskandar Muda 85 Ampel, Kecamatan Semampir Surabaya menghelat sebuah pameran lukisan eksklusif bertajuk “Bingkai Masa” di penghujung tahun 2025 ini.
Pameran tersebut berlangsung mulai 17 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026 dan digelar di Lobby Quds Royal Hotel Surabaya, yakni hotel berbintang tiga, yang berlokasi di kawasan Wisata Heritage Ampel, yang merupakan bagian dari Kota Lama Surabaya.
Pungky Kusuma, General Manager Quds Royal Hotel, menuturkan bahwa pelukis yang berpameran adalah Edy Marga, Lutfi Satako, Budi A.N., dan Dewi Ulantina. Empat sekawan ini merupakan pelukis Surabaya dan Jawa Timur yang cukup produktif dengan berbagai karya dengan nuansa cipta karsa tinggi.
Eddy Marga, pelukis spesialis moment epic perjuangan menampilkan beberapa karya fenomenalnya, antara lain Perjuangan Laskar Wanita Bandung dan moment saat Bung Karno bertemu Haji Agus Salim dalam masa pembuangan atau exile oleh pemerintah Kolonial Belanda di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Luthfi Satako, pelukis dengan gaya ekspresionisme dan menampilkan obyek Jembatan Merah, Pasar Pabean dan bencana banjir Aceh.

Budi A.N. pelukis bergaya skets drawing memamerkan karya bangunan heritage di Kawasan Peneleh Surabaya, seperti rumah tempat lahir Bung karno dan rumah perjuangan HOS Cokroaminoto.
Sementara Dewi Ulantina, satu-satunya pelukis perempuan dalam pameran lukisan Bingkai Masa ini, ia menampilkan dua karya lukisan bergaya dekoratif dengan Judul Ganesha Brings Coffee, dan Manuk Dadali. Kedua lukisan tersebut kaya warna, sehingga menarik untuk dinikmati.
“Kami mengapresiasi dengan menyediakan ruang pamer agar rekan-rekan seniman terus semangat berekspresi dan produktif dalam berkarya, sehingga dapat menampilkan hasil karya yang berkualitas dalam suatu even pameran,” tutur Pungky Kusuma di sela-sela pembukaan pameran “Bingkai Masa”, Rabu (17/12/2025).
Quds Royal Hotel, hotel yang berjarak hanya 300 meter dari kompleks Wisata Religi Sunan Ampel dan berbagai spot wisata kekinian di Surabaya Utara, lanjutnya, selama ini selalu menunjukkan komitmennya, menjadi bagian dari aktivitas seni budaya masyarakat Surabaya dan sekitarnya.
Saat penyelenggaraan pameran lukisan “Bingkai Masa” juga menandai diluncurkannya sebuah gerai ngopi baru di Hotel Quds Royal Surabaya, bernama “Quds Coffee Corner”. Pembukaan pameran lukisan dan peluncuran gerai ngopi ini dihadiri oleh sekitar 50 orang relasi bisnis Quds Royal Hotel.

Peluncuran gerai baru ini dikemas dalam sebuah even bertajuk “Quds Royal Coffee Festival”, pada kesempatan ini para pecinta kopi dapat menikmati berbagai sajian kopi berkualitas. Termasuk, Indonesian single origin coffee, yaitu berbagai macam kopi asli Indonesia berkualitas dunia.
“Melalui Quds Royal Coffee Festival ini, kami menyediakan berbagai kopi premium Indonesia seperti, Flores Bajawa Arabica, Toraja Kalosi Arabica, Lampung Arabica, Aceh Gayo Robusta dan Wamena Papua Arabica”, tambah Pungky Kusuma.
Lebih lanjut Pungky menambahkan, pihaknya menyasar pecinta kopi dari seluruh rentang usia dan generasi. Yaitu, mulai Gen Z dan Gen X yang menggemari Iced Americano, Sea Salt Tiramisu, Iced Butterscotch, Dalgona dan Virgin Mojito. Untuk kalangan Milenial hingga Baby Boomers, tersedia Quds Signature Coffee manual brew, Arabian Coffee hingga Double Expresso dari biji kopi premium pilihan.
“Para Barista Quds Coffee Corner yang terlatih, siap meracik berbagai espresso based beverage dengan berbagai kopi pilihan dari kawasan lereng Ijen Banyuwangi, perkebunan kopi Blitar dan Dampit Malang, Jawa Timur,” tambahnya.
Untuk meramaikan acara, dalam kesempatan ini juga ditampilkan hiburan musik keroncong yang dimainkan oleh group musik keroncong Guyub Rukun binaan Cak Meimura, tokoh Ludruk Garingan Surabaya dan Cak Mulyadi, Ketua DPD Paguyuban Musik Keroncong Indonesia (PAMORI) DPD Surabaya.

Peluncuran Buku Jurnalis
Bersamaan dengan even peluncuran gerai Quds Coffee Corner, manajemen Quds Royal Hotel juga mengundang dua orang jurnalis senior Surabaya yang selama ini telah menjalin kemitraan dengan hotel ini untuk melakukan peluncuran buku-buku hasil karya mereka.
Yang pertama adalah Imung Mulyanto, seorang mantan jurnalis media Surabaya Post. Kali ini penulis yang tetap produktif di usia senjanya ini meluncurkan beberapa buka karya terbarunya dengan judul yang cukup menggelitik, yaitu Tuhan Please Deh, Simfony Di Ujung Senja dan Runtah.
Sementara itu yang kedua adalah Sasetya Wilutama, seorang mantan jurnalis senior majalah berbahasa Jawa Penyebar Semangat, yang kini menjabat sebagai General Manager Matrix TV Jogyakarta. Ia meluncurkan dua buah buku yang ditulisnya, yaitu Wong Katrok Merambah Media dan Wali Katon.
“Semangat berliterasi yang merupakan bagian dari peradaban manusia perlu untuk selalu didorong dan dikembangkan. Ini senafas dengan visi dan misi hotel kami yang selalu ingin berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat dalam berbagai aspeknya” pungkas Pungky yang siang hari itu juga bertindak sebagai master of ceremony (MC) even tersebut.
Mantan radio broadcaster dan news presenter televisi ini nampak begitu antusias dalam berinteraksi dengan para undangan, mempersilakan mereka untuk mencicipi berbagai kopi yang tersedia di Quds Coffee Corner. (Ali Muchson)
