Fadly, Vokalis Padi Reborn, Barengi Komunitas Mata Hati (Disabilitas Tunanetra)
Lantunkan “Mahadewi”
……………………..
Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun… terhapuskan
Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya,
Aku merasa mengenal dia…
………………………….
“Sesuai dengan namanya Komunitas Mata Hati, memainkan lagu Mahadewi pakai hati hingga saya terharu mendengarnya,” ujar spontan apresiasi Fadly usai membarengi Komunitas Mata Hati melantunkan single Mahadewi.
Demikian cuplikan lirik Mahadewi yang dilantunkan Komunitas Mata Hati (KMH), yang terdiri atas Danny Heru Dwi Hartanto (guitar, vocal), Prana Carenza (bass, vokal), Fadhlakal Azwar (drum), dan Syirin Salsabila (biola) ketika menyambut kedatangan Padi Reborn yang menyempatkan diri mampir di kediaman Sylvi Mutiara, Minggu (29/3/2026) sore.
Komunitas Mata Hati, yakni komunitas penyandang disabilitas tunanetra tersebut mendapat kesempatan bersemuka dengan personil Padi Reborn: Fadly (vokal), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum). Minus Piyu yang tak bisa turut serta. Kegiatan bertajuk ‘Ngobrol Bareng’ terlaksana atas prakarsa Sylvi Mutiara, sebagai salah satu relawan komunitas tersebut.
Meski suasana santai dan penuh kesederhanaan, Keempat personil band kawakan lahir dari Surabaya itu nampak antusias sekali, hal itu dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada anggota Komunitas Mata Hati. Di antaranya Ari, sang gitaris, menanyakan kegiatan apa saja yang telah dilakukan Komunitas Mata Hati?
Danny Heru Dwi Hartanto, Ketua Komunitas Mata Hati, menjelaskan bahwa komunitas ini merupakan tempat yang menaungi anggotanya agar dapat saling berprogres, berprestasi, dan mengembangkan kreativitas. Sekaligus mengasah kemampuan seni dan kreasi, bekerja sama, beradaptasi dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
“Kegiatan kami ya nggak beda sama orang lain, Mas. Tapi ada beberapa agenda atau program yang memang digagas untuk pemberdayaan disabilitas beserta relawan di komunitas ini” jawab Danny, gitaris bang Komunitas Mata Hati, sembari berkelakar.
Secara singkat Danny menambahkan bahwa ada beberapa kegiatan Komunitas Mata Hati seperti: pelatihan IT untuk teman-teman tunanetra, dan pelatihan UMKM yang tujuannya untuk memberdayakan anggota Komunitas Mata Hati yang tak hanya disabilitas tunanetra saja.
“Komunitas Mata Hati, tempat bagi siapa saja yang mau berproses untuk menumbuhkan kepekaan dan kepedulian terhadap sesamanya. Juga sebagai tempat kaum disabilitas belajar memantaskan diri,” imbuhnya.
Bagi Danny dan teman-teman tunanetra zaman sekarang tak hanya butuh tongkat, berkat kemajuan teknologi membuat gadget seperti ponsel pintar, maupun laptop lebih dari sekadar alat bantu, namun menjadi wahana untuk meningkatkan produktivitas.
Yoyo, drumer Padi Reborn, memberikan applaus dan apresiasi atas semangat yang ditunjukkan. Meski sedikit tidak diberikan kesempurnaan fisik, tetapi diberikan kebesaran hati yang sangat luar biasa, diberikan kelebihan motivasi untuk bisa mengembangkan eksistensi diri.
Sedangkan Fadly, vokalis Padi Reborn, menyampaikan kekagumannya bahwa band Komunitas Mata Hati menginspirasi dirinya. Menurutnya, di balik kekurangan, tetapi masih ada semangat untuk berkarya. Harapannya, semangat ini bisa mengispirasi orang untuk berbuat atau berkarya yang lebih.
Pada kesempatan yang sama, Rindra bassist Padi Reborn, mendorong Komunitas Mata Hati agar mempunyai lagu ciptaan sendiri. Menurutnya, dengan adanya perangkat teknologi, seperti spotify yang telah dapat diakses, membuka kesempatan yang lebih luas bagi musisi disabilitas seperti yang ada di Komunitas Mata Hati ini.
“Komunitas Mata Hati mestinya dapat menghasilkan karya, dan turut mengambil peran dalam perkembangan dunia musik di tanah air,” pungkas Rindra.
Obrolan singkat dipungkasi dengan oleh lagu berjudul Sobat. Para personil Komunitas Mata Hati berharap ada kesempatan bisa berjumpa lagi dan bisa banyak belajar dari grup band senior yang lahir di Kota Surabaya ini.
“Kalau ada kesempatan bolehlah kami menjadi band pembuka kalau Padi Reborn manggung. Tetapi ini bercanda koq, Mas, dan kalau diseriusin ya, alhamdulillah,” harapan yang dilontarkan dengan nada bercanda khas alumni MAP Unair.
Selain Danny Heru Dwi Hartanto, Prana Carenza, Fadhlakal Azwar, dan Syirin Salsabila, dari Komunitas Mata Hati turut serta juga Indah Nur Fadhila (dokumentasi), dan Arya (anggota KMH). Keenam orang tersebut penyandang disabilitas tunanetra. Pun hadir juga Anik Damari (dokumentasi) dan Dian Ika Riani (co founder KMH), keduanya non-tunanetra.
Usai obrolan singkat dengan Komunitas Mata Hati, personil Padi Reborn juga mengadakan pertemuan bertajuk “Obrolan Santai Merajut Benang Merah antara Sejarah dan Harmoni Musik” antara Padi Reborn dengan komunitas Roode Brug Soerabaia, adalah salah satu di antara sebuah ruang temu antara sejarah dan musik, antara ingatan dan rasa, antara masa lalu dan masa kini. (Mbah Ali Muchson)
Biarkan Foto Bicara
Dalam Sepaket Temu Bareng: Padi Reborn – Roode Brug – Komunitas Mata Hati
Foto oleh alisson













