Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’, Jujugan Pesepeda untuk Beristirahat sambil Menikmati ‘Sunrise’

Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Share this :

Ikon di Surabaya belahan timur, selain Patung Suro dan Boyo yang berada di kawasan Sentra Ikan Bulak, salah satunya yakni Jembatan Suroboyo. Jembatan itu sepanjang 800 meter, didesain setengah melingkar, dan dilengkapi lajur khusus pejalan kaki. Biasanya, jembatan ini dijadikan tempat olahraga sebagian warga Surabaya, dan jujugan pesepeda untuk beristirahat sembari menikmati sunrise.

Nun jauh di sisi utara Jembatan Soroboyo, membentang di Selat Madura tampak Jembatan Suramadu dan kapal-kapal nelayan yang melintas di tengah laut. Sedangkan di sisi barat, perkampungan nelayan Kenjeran yang dikenal dengan ‘Kampung Pelangi’ lantaran atap rumah warga dicat dengan berbagai macam warna cat.

Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Pesepeda sambil beristirahat menikmati suasana sunrise

Bagi pesepeda, momen terbaik untuk menikmati sunrise di jembatan ini adalah pagi-pagi hari menjelang matahari terbit. Yakni, antara pukul 05.00 hingga pukul 05.30 merupakan waktu terbaik. Saat itu matahari muncul di atas horizon, di atas laut sebelah timur. Penyebaran sinar matahati pagi menjadikan warna langit perpaduan warna rona merah dan orange.

Jembatan Suroboyo terletak di Jalan Raya Pantai Lama, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak Surabaya, menjadi salah satu destinasi wisata pantai di Surabaya. Di tengah jembatan berdiri anjungan dengan panjang 18 meter, tinggi 12 meter, dan ditahan dengan 150 tiang pancang. Pengunjung bisa naik untuk menyaksikan panorama sekitar Pantai Kenjeran sambil berfoto.

Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Anjungan di atas jembatan dan suasana “Kampung Pelangi”

Jembatan yang telah diresmikan pada 9 Juli 2016 oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat itu, lokasinya berdekatan dengan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Taman Bulak atau Patung Suro dan Boyo, serta Sentra Ikan Bulak (SIB). Ketiga destinasi wisata Surabaya tersebut sama-sama menawarkan pesona alam yang menawan, dan kearifan lokal yang tak dijumpai di tempat lain.

*

Bagi pesepeda jika ingin bersepeda pagi benar, berangkatlah bersama teman atau komunitas pesepeda. Bersepeda sendirian saat pagi-pagi rawan terhadap tindak kriminal, khususnya penjambretan. Meski masih sepi, tetaplah bersabar menunggu pergantian traffic light dari merah ke hijau. Menyerobot berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. Tak sedikit pesepeda jadi korban lakalantas akibat kesalahan sendiri.

Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’
“Kampung Pelangi” dan view Pantai Kenjeran Lama

You may also like

6 thoughts on “Jembatan Suroboyo ‘Sunrise of Bulak’, Jujugan Pesepeda untuk Beristirahat sambil Menikmati ‘Sunrise’”

    1. Inggih, mancal pedal sembari menikmati kebesaran ciptaan Yang Maha Kuasa salah satu jalan untuk berzikir kepada-NYA.
      Selain bonusnya kebugaran fisik, juga kebugaran mental.
      Sehat-sehat selalu bersama keluarga besar ngiih, Pak.
      Matur suwun.

    1. Gowes tidak saja berolahraga untuk kebugaran fisik, tetapi juga merupakan aktivitas yang bersifat rekreatif edukatif.
      Semabri mengayuh pedal kita dapat menikmati suasana baru dan belajar mengaca tetang kehidupan di luar diri kita.
      Sehat-sehat selalu bersama keluarga bersar panjenengan nggih, Mas.
      Matur suwun.

  1. Aku membaca. Aku melihat. Aku membayangkan. Aku merasa berada di lokasi dan atmosfir yang sama. Trims penulis. Jarimu, potretmu membawa kelana. Menyibak nostalgi. Mengurai realita yang pernah kualami. Sendiri. Menyenangkan diri dan menyenangkan hati. Good Job.

    Salam sehat
    Ali Muchson

Leave a Reply to Karyo Wahono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *