Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan

  • EDUKASI
Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan
Share this :

Pameran Tunggal Lukisan Lutfi Satako di Quds Royal Hotel Surabaya

Kemerdekaan tak hanya dirayakan melalui upacara, kibaran Merah Putih, atau berbagai perlombaan. Kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui karya seni, yakni ketika ingatan tentang sejarah, pengalaman manusia, dan nilai-nilai kebangsaan diterjemahkan ke dalam bahasa visual.

Semangat itulah yang terasa dalam pembukaan pameran tunggal lukisan Lutfi Satako bertajuk “Merawat Peradaban Mengisi Kemerdekaan” di De Lima Resto Gallery, Lobi Quds Royal Hotel Jalan Sultan Iskandar Muda 85 Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ruang restoran dan lobi hotel untuk sementara berubah menjadi ruang temu seni. Puluhan karya Lutfi hadir berdampingan dengan tari tradisional dan fragmen teater sejarah. Perpaduan tersebut menjadikan pameran bukan sekadar peristiwa apresiasi seni rupa, melainkan sebuah upaya mempertemukan masa lalu, masa kini, dan tanggung jawab generasi mendatang dalam merawat ingatan kolektif.

Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, kemudian dilanjutkan penampilan tari jathil. Setelah sambutan dari manajemen hotel dan perwakilan pemerintah, pembukaan ditandai dengan pemukulan gong serta goresan kuas bersama sebagai simbol dimulainya perhelatan seni tersebut.

General Manager Quds Royal Hotel Surabaya, Pungky Kusuma, menyampaikan apresiasinya kepada seniman, komunitas, pemerintah, media, dan para tamu yang hadir. Menurutnya, hotel tak semestinya hanya menjadi tempat menginap dan menikmati layanan kuliner, namun juga dapat berkembang sebagai ruang interaksi seni dan kebudayaan.

“Kami berbahagia dapat menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman lokal. Pameran ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung kegiatan seni dan kebudayaan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas kreatif, media, dan pemerintah,” ujar Pungky, yang pernah berkecimpung sebagai wartawan senior Surabaya Post dan penyiar TVRI Surabaya.

Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan
“Nasi Madura – Photo from Quds Royal Hotel

Ia juga memperkenalkan paket kuliner “Nasi Madura” yang disajikan dalam rangkaian acara. Nasi Madura, menurutnya, dihadirkan bukan sekadar sebagai sajian, namun juga sebagai bagian dari upaya mengangkat kekayaan kuliner Nusantara.

“Kami ingin para tamu menikmati seni sekaligus merasakan cita rasa menu kearifan lokal “Nasi Madura” dalam suasana yang hangat dan akrab,” pungkasnya.

Bagi Lutfi Satako, pameran ini merupakan kelanjutan dari perjalanan kreatif sekaligus momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah melalui seni. Pelukis beraliran ekspresionis ini dikenal dengan karakter goresannya yang tegas, spontan, dan seolah tanpa keraguan.

Objek yang diangkatnya pun beragam. Salah satu karya yang terasa istimewa berangkat dari tragedi laut yang belum lama terjadi. Sejumlah korban selamat sempat menginap di Quds Royal Hotel. Lutfi berkesempatan berbincang langsung dengan mereka dan mendengarkan kisah yang mereka alami.

KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya menuju Makassar terbakar di perairan utara Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026). Insiden ini melibatkan sekitar 250 orang di dalam kapal, dengan korban tercatat ratusan orang berhasil selamat dan evakuasi dilakukan oleh gabungan kapal darurat.

Oleh Lutfi, pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kanvas. Bagi Lutfi, kisah manusia tak berhenti sebagai berita; ia dapat menjadi kesaksian visual yang menjaga sebuah peristiwa agar tak segera dilupakan.

“Sebagai perupa, saya berkarya untuk mengingatkan nilai-nilai sejarah dan memotivasi generasi muda melalui bahasa visual. Kolaborasi lintas seni: teater, tari, dan lukis juga dapat memperkaya pengalaman apresiasi,” ungkap Lutfi.

Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan
Lutfi sedang membuat sketsa – Photo from Quds Royal Hotel

Pada hari pembukaan, ia bahkan membuat sketsa awal yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi karya di atas kanvas. Proses tersebut memperlihatkan bahwa seni tak selalu lahir dari sesuatu yang telah selesai, namun juga tumbuh dari perjumpaan, pengamatan, dan keberanian menangkap momentum.

Hadir mewakili pemerintah, Sadari, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, menilai tema pameran memiliki keterkaitan erat dengan upaya pemajuan kebudayaan. Pelestarian seni rupa, menurutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagaimana amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah, akademisi, komunitas, dunia bisnis, dan pelaku seni memiliki peran bersama untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan. Sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan, termasuk seni rupa dan seni pertunjukan, menjadi pijakan penting dalam memperkuat identitas dan jati diri bangsa.

Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan
Sadari sedang meresmikan acara pembukaan – Photo from Quds Royal Hotel

Semangat itu kemudian dipertegas melalui fragmen teater “Merah Putih Pertama di Langit Surabaya”. Pertunjukan sekitar 10 menit tersebut mengangkat peristiwa Agustus 1945, termasuk perebutan senjata Jepang dan pengibaran Merah Putih oleh Polisi Istimewa di bawah pimpinan Moh. Jasin. Fragmen diperankan oleh kru hotel yang tergabung dalam Teater Anak Bangsa dan disutradarai Edy Marga.

Menurut Edy, pertunjukan singkat itu sengaja dihadirkan sebagai media edukasi agar sejarah tak berhenti sebagai catatan masa lalu. Generasi muda perlu memiliki kesempatan untuk mengenal kembali keberanian dan pengorbanan yang melatarbelakangi lahirnya kemerdekaan.

Pada akhirnya, pameran Lutfi Satako menghadirkan pesan yang lebih luas, yakni merawat peradaban berarti merawat ingatan, sementara mengisi kemerdekaan berarti terus menciptakan sesuatu yang memberi makna bagi kehidupan. Ketika sebuah hotel membuka pintunya bagi lukisan, tari, teater, dan komunitas, ruang komersial pun dapat berubah menjadi ruang kebudayaan.

Pameran “Merawat Peradaban Mengisi Kemerdekaan” berlangsung tanggal 13 Agustus 2026 hingga 27 Agustus 2026, setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB di De Lima Resto Gallery, Lobi Quds Royal Hotel Surabaya. Masyarakat dipersilakan datang, menyaksikan karya-karya Lutfi, dan menikmati pengalaman bahwa kemerdekaan tak hanya dikenang, namun juga terus dihidupkan melalui seni. (Ali Muchson)

Merawat Peradaban, Mengisi Kemerdekaan
Kru Teater Anak Bangsa foto bersama sutradara Edy Marga – Photo from Quds Royal Hotel

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *