Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Epic: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam di Kota Pahlawan”

  • EDUKASI
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam di Kota Pahlawan”
Share this :

SURABAYA – Even “Parade Surabaya Juang 2025” merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, yang diadakan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, serta memperingati jasa para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan di Surabaya pada Pertempuran Surabaya 1945.

Tahun ini Parade Surabaya Juang mengusung tema utama “Surabaya Epic” dengan tiga tema teatrikal berbeda di tiga titik utama kegiatan, yakni: “Bu Dar Mortir, Ratu Tempur Surabaya ’45” di Tugu Pahlawan – depan Kantor Pemprov. Jawa Timur, “Kepahlawanan Madun” di Perempatan Siola, dan “Heroik Sugiarto” di finis Balai Pemuda Surabaya, Minggu (2/11/2023) siang hari, pukul 14.00-17.00 WIB.

Ketiga lokasi tersebut mewakili rangkaian sejarah perjuangan Surabaya, di mana setiap segmen menampilkan unsur teatrikal, seni pertunjukan, serta parade tematik yang melibatkan masyarakat, komunitas sejarah Kota Surabaya dan kota-kota di luar Kota Surabaya, pelajar, TNI/Polri, dan seniman lokal.

Adapun para reenactor yang terlibat dalam “Parade Surabaya Juang 2025” tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya: REK Sukabumi, ARJO Jogja, De Mardijkers (gabungan Surabaya–Malang–Jakarta–Bandung), Distrik 23 PSBB Bandung, FBT 45 Bandung, serta komunitas dari Temanggung, Tulungagung, Sidoarjo, Magelang, Semarang, Mojokerto, Jombang, Gresik, Bangil, dan kota-kota lainnya di Jawa Timur.

Teatrikal Kolosal: “Bu Dar Mortir, Ratu Tempur Surabaya ’45”

Sejak pukul 10.00, para peserta, panitia, dan pengisi acara telah bersiap di kawasan Tugu Pahlawan. Pra-acara dimulai pukul 13.00 dengan penampilan lagu-lagu kepahlawanan oleh Keroncong Kurmunadi, penyambutan penonton oleh MC, serta penampilan happening art bertema dapur umum dan living history oleh Dinas Sejarah TNI AL.

Kedatangan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, pukul 14.00 menandai dimulainya acara inti. Lima menit kemudian, digelar teatrikal “Bu Dar Mortir, Ratu Tempur Surabaya ’45”, yang menggambarkan perjuangan perempuan Surabaya di garis depan. Adegan menampilkan kehadiran pasukan Sekutu di kota, barisan Laskar Putri yang dipimpin Lukitaningsih (diperankan oleh Ibu Ketua TP PKK Kota Surabaya – Rini Indriyani Eri Cahyadi), serta aksi heroik Bu Dar Mortir diiringi efek suara pesawat tempur.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Ultimatum Sekutu oleh Gubernur Suryo (diperankan oleh Wali Kota Surabaya – Eri Cahyadi) diiringi musik biola. Setelah itu, seluruh peserta melakukan penghormatan kepada Bendera Merah Putih dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Momentum berlanjut dengan penyerahan simbolik senjata dan bendera Merah Putih oleh Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Surabaya kepada Wali Kota Surabaya – Eri Cahyadi, kemudian diserahkan kepada pasukan Paskibraka sebagai tanda dimulainya Parade Surabaya Juang 2025.

Parade terdiri atas sembilan barisan bertema: “Cucuk Lampah – Surabaya Bersiap” – menampilkan kentongan, sepeda onthel bersirine, dan pasukan pejuang; “Wiracarita Surabaya Kota Pahlawan” – diikuti Paskibraka, drumband Poltekbang, dan konvoi jeep Forkopimda serta veteran; “Indonesia Merdeka” – menampilkan drumband Poltekpel dan adegan proklamasi; serta “Surabaya Merah Putih” – menggambarkan peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato;

Berikutnya: “Surabaya Bersiap” – adegan kedatangan Sekutu dan pelucutan senjata Jepang; “Laskar Bambu Runcing” – barisan berbagai pasukan perjuangan rakyat; “Korban Perang Surabaya ’45” – menggambarkan penderitaan rakyat selama perang, “Wira Bangsa” – formasi gabungan TNI, Polri, dan drumband Universitas Hang Tuah; serta “Parade Pahlawan Kemanusiaan Surabaya” – menampilkan pasukan DPKP dan DLH.

Teatrikal Kolosal: “Kepahlawanan Madun”

Pada titik ini, seluruh peserta dan komunitas telah bersiap sejak pukul 13.00. Pra-acara berlangsung pukul 14.00 dengan sambutan MC, pembacaan sinopsis teatrikal “Kepahlawanan Madun”, serta pembacaan puisi “Surabaya 45” oleh Jouline.

Pukul 14.30 digelar teatrikal “Kepahlawanan Madun” yang menampilkan kisah heroik pemuda Genteng Kali bernama Madun, yang bertempur sendirian hingga gugur demi mempertahankan Surabaya. Pementasan ini dipersembahkan oleh Roodebrug Soerabaia dan Reenactor Indonesia.

Setelah pertunjukan, parade dilanjutkan dengan sembilan barisan tematik: Cucuk Lampah, Surabaya Bersiap, Wiracarita Surabaya Kota Pahlawan, Indonesia Merdeka, Surabaya Merah Putih, Surabaya Bersiap, Laskar Bambu Runcing, Korban Perang Surabaya ’45, Wira Bangsa, Parade Pahlawan Kemanusiaan Surabaya.

Setiap barisan diisi oleh kombinasi atraksi sejarah, kendaraan tempur klasik, marching band, reenactor, komunitas heritage, hingga pasukan TNI/Polri dan pelajar. Parade diakhiri pukul 15.55 dengan penutupan resmi oleh MC di tengah antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Siola.

Teatrikal Kolosal: Heroik Sugiarto (Pemain Eks Bek Persebaya Era 1945)

Kegiatan di Balai Pemuda dimulai sejak pukul 12.00 dengan persiapan peserta dan pengisi acara. Pada pukul 14.00, MC membuka pra-acara dengan sambutan kepada penonton, pembacaan sinopsis “Heroik Sugiarto, penampilan band pelajar yang membawakan lagu-lagu perjuangan, serta pembacaan puisi bertema kepahlawanan oleh siswa.

Pukul 16.00 parade bergerak dari Prempatan Siola tiba, barisan pertama “Cucuk Lampah – Surabaya Bersiap” dilepaskan, diikuti oleh barisan kedua “Wiracarita Surabaya Kota Pahlawan” yang berisi konvoi kendaraan pejabat, veteran, dan drumband Poltekbang “Gita Swara Buana”. Setelah itu, barisan ketiga “Indonesia Merdeka” menampilkan atraksi proklamasi, polisi republik, serta perebutan senjata Jepang.

Lima menit berikutnya, barisan keempat “Surabaya Merah Putih” menghadirkan adegan perobekan bendera di Hotel Yamato oleh komunitas Reog Kertajaya dan siswa SMAN 21 Surabaya. Barisan kelima “Surabaya Bersiap” memperagakan kedatangan Sekutu dan pelucutan tentara Jepang, disusul barisan keenam “Laskar Bambu Runcing” yang menampilkan gabungan laskar pejuang, ulama, dan komunitas heritage.

Pukul 16.50 digelar teatrikal “Heroik Sugiarto” oleh komunitas Surabaya Juang, Roode Brug Soerabaia, dan Reenactor Indonesia. Pementasan ini menggambarkan keberanian Sugiarto, pemain belakang Persebaya era 1930-an yang mengangkat senjata melawan penjajah hingga gugur. Setelah teatrikal usai, parade dilanjutkan dengan barisan ketujuh “Korban Perang Surabaya ’45” yang menampilkan adegan pengungsian dan korban rakyat.

Pada pukul 17.05, barisan kedelapan “Wira Bangsa” menutup parade dengan drumband Universitas Hang Tuah “Gita Jala Sena”, pasukan TNI-Polri, kendaraan tempur Anoa, dan motor klasik. Di belakangnya, barisan kesembilan “Parade Pahlawan Kemanusiaan Surabaya” menampilkan DPKP “Laskar Surabaya Hebat” dan DLH “Pasukan Kuning”.

Tepat pukul 17.10, MC menutup seluruh rangkaian kegiatan “Parade Surabaya Juang 2025” di Balai Pemuda dengan penghormatan kepada para peserta, veteran, dan masyarakat yang telah turut serta menjaga semangat Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

*

Heri Prasetyo, kreator “Parade Surabaya Juang 2025”, menuturkan bahwa even ini bukan sekadar tontonan teatrikal di ruang publik, tetapi sebuah upaya membangunkan memori kolektif masyarakat Surabaya terhadap perjuangan besar yang pernah terjadi di kotanya sendiri. Melalui kolaborasi antara seniman, komunitas sejarah, pelajar, dan aparat, parade ini menjadi ruang ekspresi bersama untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan 10 November yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa.

“Kita ingin generasi sekarang tidak hanya tahu bahwa Surabaya pernah berjuang, tapi juga bisa merasakan getaran semangat dan keberanian itu lewat seni, musik, dan aksi di jalanan,” tutur pendiri Yayasan Surabaya Juang.

Pada kesempatan yang sama, Satrio Sudarso, Ketua Roode Brug Soerabaia, menambahkan “Parade Surabaya Juang” merupakan bagian penting dari agenda tahunan Pemerintah Kota Surabaya dalam memperingati Hari Pahlawan. Tema dan narasi yang diangkat selalu berakar pada peristiwa sejarah lokal yang otentik, dengan tujuan menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat nilai-nilai kepahlawanan.

“Di tengah masyarakat modern, lewat Parade Surabaya Juang ini, kita tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menyalakan kembali api semangat bagi generasi muda dalam rangka mengisi kemerdekaan sesuai profesi masing-masih, berintegritas tinggi untuk Indonesia lebih baik,” tambah sutradara drama teatrikal “Kepahlawanan Madun” dan “Heroik Sugiarto”.

“Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Epic” berlangsung meriah di ketiga titik utama: Tugu Pahlawan, Perempatan Siola, dan Balai Pemuda. Kegiatan yang ditonton puluhan ribu warga Surabaya dan sekitarnya ini tidak hanya menjadi atraksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi warga Surabaya untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kepahlawanan dan cinta tanah air.

Melalui perpaduan teatrikal, musik, reenactment, serta partisipasi lintas generasi, “Parade Surabaya Juang 2025” menjadi bukti bahwa semangat “Arek Suroboyo” masih menyala. Surabaya bukan sekadar Kota Pahlawan dalam catatan sejarah, melainkan kota yang terus hidup dalam keberanian, solidaritas, dan semangat juang yang diwariskan para pejuang tahun 1945 hingga kini.(Ali Muchson)

Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Epic: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”

Parade Surabaya Juang 2025
Parade Surabaya Juang 2025
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Biarkan Foto Bicara
Parade Surabaya Juang 2025 – Surabaya Siap: “Api Perlawanan Tak Pernah Padam
di Kota Pahlawan”
Bersama Laksamana Pertama TNI Dr. Hariyo Poernomo, Danlantamal XII Pontianak (paling kanan.
Bersama Laksamana Pertama TNI Dr. Hariyo Poernomo, Danlantamal XII Pontianak (paling kanan)
Bersama Roni, staf RS Siloam Sby

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *