KEDIRI – Gerak Jalan Napak Tilas Kediri–Bajulan bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik. Kegiatan ini berakar kuat pada sejarah perjuangan bangsa, menelusuri kembali “Rute Gerilya Jenderal Soedirman” yang legendaris selama masa Agresi Militer Belanda II (19 Desember 1948 hingga 10 Juli 1949). Tahun ini, dengan mengusung tema “Menapak Jejak Perjuangan, Menjaga Alam Kediri”, agenda tahunan tersebut kembali menjadi magnet bagi ribuan massa di penghujung tahun 2025.
Napak tilas ini menjadi ruang luas untuk merevitalisasi jiwa patriotisme, mengenalkan keteladanan Panglima Besar Jenderal Soedirman, serta mempererat persaudaraan antarpemuda. Lebih dari sekadar aktivitas fisik, setiap langkah yang ditempuh menjadi simbol kolektif masyarakat dalam menjaga memori sejarah dan merawat nilai-nilai fundamental perjuangan bangsa agar tetap relevan di masa kini.
Istimewanya, Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025 turut dihadiri oleh komunitas kesejarahan Roode Brug Soerabaia. Didampingi langsung oleh ketua, Satrio Sudarso, rombongan “penjaga sejarah” dari Surabaya ini menerjunkan personel intinya, di antaranya Gepeng (Lim Kiem Hau), Budi Sarwoko, Garti Harningsih, Anang Watimura, Nur Wahyudi, Indra Jaya Laksana, dan Daffa Auditya, serta Rahmah A. Yuha, teman naik gunung Garti Harningsih. Kehadiran mereka menegaskan bahwa semangat kepahlawanan bersifat lintas batas daerah.
Merujuk pada rilis resmi Polres Kediri Kota, rute yang dilalui peserta membentang dari Balai Kota Kediri, melintasi Jalan Brawijaya, Jembatan Lama yang sarat sejarah, hingga menyusuri kawasan Sekartaji, Jalan Veteran, dan terus mendaki melewati lereng Gunung Wilis melalui Joho Semen, Parang Banyakan, hingga berakhir di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas langsung keberangkatan peserta. Hadir dalam acara tersebut Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, unsur TNI, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka berdiri bersama ribuan peserta yang datang dari berbagai pelosok Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ruang refleksi yang krusial. “Napak tilas ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan besar para pejuang. Semangat juang Panglima Besar Jenderal Soedirman harus terus hidup, terutama di sanubari generasi muda,” tegasnya saat melepas keberangkatan peserta di garis start, Sabtu (20/12/2025) pagi.
Napak tilas rute gerilya ini merupakan agenda rutin Pemkot Kediri guna memperingati Hari Pahlawan, Hari Jadi Kota Kediri, sekaligus Hari Bela Negara yang jatuh tepat pada 19 Desember. Kegiatan ini berhasil menyatukan pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas sejarah, hingga instansi pemerintah dalam satu barisan panjang penuh semangat, pungkasnya.
Pada kesempatan persiapan pemberangkatan, Ketua Roode Brug Soerabaia, Satrio Sudarso, mengungkapkan bahwa keikutsertaan komunitasnya adalah dalam rangka menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat terhadap heroisme Panglima Besar Jenderal Soedirman.
“Kami hadir bukan sekadar untuk berjalan jauh, melainkan untuk merasakan kembali detak jantung perjuangan di setiap jengkal rute yang pernah ditempuh sang Panglima. Bagi Roode Brug Soerabaia, napak tilas ini adalah cara kami melawan lupa,” ungkapnya.
Kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk menyadari bahwa kemerdekaan bukan hadiah cuma-cuma, melainkan hasil dari keteguhan iman dan fisik para pejuang yang gerilya di tengah keterbatasan. Semoga setiap peluh kami di rute ini mampu menggugah kesadaran bahwa menjaga kedaulatan bangsa adalah tugas sejarah yang tak boleh usai,” pungkas sosok dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Biarkan Foto Bicara
Roode Brug Soerabaia: Langkah Patriotik dalam Napak Tilas Kediri–Bajulan 2025
Persiapan dan Start Napak Tilas














Berkat Semangat Patriot, Titik Finis Dijejak Pula


Serba-Serbi Menyertai


