“Senja di Bengawan Solo”

  • FIKSI
"Senja di Bengawan Solo"
Share this :

Mentari perlahan menunduk
meninggalkan jejak jingga
di wajah sungai tua.

Bengawan Solo terdiam
awan lagi becermin
pada permukaanya.

Angin belai lembut
dedaunan bambu di tepian
suara prencak pulang.

Kepaknya membelah udara
yang mulai dingin
nadanya nyaris tenggelam.

Air mengalir tenang
senja itu janji perpisahan
yang tak sungguh berpisah.

Di antara pantulan cahaya
waktu berhenti sejenak
biarkan hati menatap dalam.

Masyaallah….
betapa lembut kuasa-Mu
mengurai cahaya jadi doa.

Mengalir bersama arus air
basuh hati lupa bersyukur
pada tepi sungai ini.

Kini Engkau hadir
bukan pada kata
tapi pada senja.

Perlahan-lahan reda
dan kedamaian
menyelinap di dada.

Keindahan tak kan sama
setiap kali matahari berpulang
di Bengawan Solo.

Kiringan – Bojonegoro
8/10/2025

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *