“Journey of Watercolor #2”: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air

  • EDUKASI
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Share this :

Ada yang berdiri cukup lama di depan sebuah lukisan yang dipajang di dinding. Matanya menyusuri garis bangunan, berhenti pada semburat cahaya, lalu bergeser perlahan ke bagian lain dari pigora-pigora. Di sisi lain ruangan, seorang pengunjung mengambil jarak beberapa langkah, seperti hendak melihat sebuah tempat dari kejauhan. Sesekali percakapan kecil terdengar, lalu kembali sunyi.

Di dinding Galeri Merah Putih, Kompleks Balai Pemuda Surabaya, 16 karya cat air Nanang Widjaya seperti sedang mengajak siapa pun yang datang untuk berhenti sejenak. Tak sekadar melihat lukisan, melainkan melakukan perjalanan kecil melalui warna, cahaya, ruang, dan suasana yang pernah ditangkap sang pelukis.

Itulah yang disuguhkan Journey of Watercolor #2, pameran tunggal seniman cat air asal Yogyakarta tersebut. Digelar 3–11 Oktober 2026, pameran ini memperlihatkan perjalanan artistik Nanang melalui karya-karya yang sebagian besar lahir dari pengalaman melukis langsung di tempat, on the spot atau lazim disebut plein air painting.

Ada sesuatu yang khas dari cara bekarya seperti itu. Pelukis tak berada di balik meja studio dengan nyaman dan jarak aman dari objek. Ia hadir di tengah suasana. Pun cahaya dapat berubah dalam hitungan menit. Bayangan bergeser. Orang-orang berlalu-lalang. Angin, cuaca, bahkan keramaian menjadi bagian dari pengalaman yang ikut menentukan bagaimana sebuah lukisan dilahirkan.

Karena itu, apa yang tampak di kanvas tak sekadar rekaman bentuk.

Bangunan, misalnya, tak hanya hadir sebagai garis arsitektur. Lanskap bukan sekadar hamparan ruang. Jalan-jalan kota menyimpan denyut kehidupan, sementara situs bersejarah membawa endapan waktu yang mengental. Nanang menangkap semuanya melalui medium cat air yang memiliki sifat ringan, transparan, sekaligus penuh kemungkinan.

Sapuan kuasnya menjadi respons spontan terhadap apa yang hadir di depan mata. Ada bagian yang dibiarkan mengalir, ada warna yang bertemu secara alamiah, dan ada pula ruang putih yang sengaja dibiarkan bernapas. Justru dari ketaksempurnaan itulah muncul kesan bahwa lukisan-lukisan tersebut tak sedang berusaha menjadi sebuah foto.

Ia sedang menjadi ingatan.

Dari berbagai kota di Indonesia hingga sejumlah tempat di mancanegara, perjalanan Nanang meninggalkan banyak jejak, di antaranya dalam bentuk 16 karya pilihan yang sedang dipajang. Arsitektur, lingkungan perkotaan, situs bersejarah, hingga lanskap tropis menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana seorang seniman memandang dunia yang terus bergerak.

Di titik ini, Journey of Watercolor #2 terasa lebih dari sekadar pameran tentang tempat-tempat yang pernah dikunjungi. Ia berbicara tentang bagaimana perjalanan mengubah cara seseorang memandang. Sebab, ketika seseorang benar-benar hadir di sebuah tempat, yang dibawa pulang bukan hanya foto atau cendera mata, melainkan kesan yang kadang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Cat air memberi Nanang cara untuk menyimpan kesan itu.

Sebuah cahaya sore, misalnya, mungkin hanya berlangsung sesaat. Suasana sebuah jalan bisa berubah. Bangunan yang hari ini masih berdiri kelak mungkin mengalami perubahan. Namun pengalaman ketika menyaksikannya dapat menyimpan kesan yang bertahan jauh lebih lama.

Di atas kertas, pengalaman itu menemukan bentuk baru: bukan salinan kenyataan, melainkan tafsir personal atas apa yang pernah dilihat dan kesan apa dirasakan. Di dalamnya, waktu seakan berhenti sejenak, memberi ruang bagi sebuah tempat untuk terus hidup dalam ingatan, meski perjalanan telah lama berlalu.

Pameran ini dibuka Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 16.00 WIB oleh Abdul Kohar Jabarullah, seorang art lover, dengan teks kuratorial oleh Heti Palestina Yunani. Pameran terbuka untuk umum dan gratis, buka setiap hari pukul 11.00–21.00 WIB.

Pada akhirnya, setiap perjalanan memang memiliki cara sendiri untuk tinggal dalam kesan dan ingatan. Ada yang menetap sebagai cerita, ada yang tersimpan dalam bingkai foto, dan ada pula yang menjelma menjadi guratan beragam warna: menjadi sebuah lukisan.

Melalui sapuan cat airnya di kanvas, Nanang Widjaya memilih cara terakhir, yakni membiarkan perjalanan berbicara dalam bahasa yang lembut. Sebab, barangkali sebuah tempat tak selalu harus diingat sebagaimana adanya. Kadang, cukup diingat sebagaimana ia pernah menyentuh hati seseorang yang pernah singgah di dalamnya. (Ali Muchson)

Biarkan Foto Bicara

Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air
Journey of Watercolor #2: Ketika Perjalanan Hadirkan Kesan Lewat Sapuan Cat Air

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *